JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Akademia Pesona Elektro dari 1968-2013

Pesona Elektro dari 1968-2013

765
BAGIKAN

Pihak fakultas juga turut memfasilitasi dengan membentuk dua jalur klub, elektronika dan pemrograman yang dapat diikuti mahasiswanya di luar perkuliahan.

PRESTASI- Citra Fakultas Elektronika dan Komputer UKSW yang bagus dibuktikan dengan sejumlah pencapaian prestasi yang membanggakan. Tim UKSW
PRESTASI- Citra Fakultas Elektronika dan Komputer UKSW yang bagus dibuktikan dengan sejumlah pencapaian prestasi yang membanggakan. Tim UKSW

“Minat untuk masuk fakultas teknik elektro memang tinggi. Ini karena elektro sudah punya nama sejak dulu. Belum terakreditasi pun citranya sudah bagus,” buka Dra Lina Sinatra Wijaya, MA saat ditanya mengenai minat calon mahasiswa pada salah fakultas unggulan di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga itu.

Selaku Ketua Biro Promosi dan Hubungan Luar, Lina bercerita banyak tentang pesona Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) yang memang terpupuk baik sedari dulu. Belum lagi berbagai prestasi yang tercatat di Satya Link, menambah citra baik untuk FTEK sendiri. “Minat masuk tahun ini juga meningkat,” tambah Lina kemudian.

Kepala Program Studi (Kaprodi) Teknik Elektro, UKSW, F Dalu Setiaji, MT mengaku bangga dengan sistem pendidikan yang diterapkan tempat dia mengabdi kini. “Keunggulan kami di elektro itu sistem pendidikannya yang menggembleng mahasiswa siap kerja secara mental dan fisik,” urainya.

Bercerita tentang ikon FTEK, Candradimuka, Dalu memaparkan. seperti itulah identitas FTEK, UKSW. FTEK dianggap seperti kawah tempat pembuangan tokoh wayang, Gatotkaca. Tempat untuk membunuh Gatot Kaca itulah yang justru membuat dia makin tangguh dan kuat. Dalu bertutur, ada nilai-nilai lama yang masih dipertahankan hingga kini. Terutama pembangunan mental si mahasiswa itu sendiri. “Di sini masih diterapkan kalau ketahuan nyontek misalnya. Kalau nyontek berdua yah nilainya dibagi dua, kalau bersepuluh ya dibagi sepuluh. Internalisasi nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab masih dipertahankan di sini,”ungkap dia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Konsentrasi Teknik Komputer FTEK, UKSW, Saptadi Nugroho, MSc, juga menambahkan selain pembangunan mental, ragam metode pembelajaran yang dipakai juga beragam.  “Mereka juga digembleng untuk mengerjakan tugas rancang yang ternyata berguna juga untuk bekerja,” ungkap Saptadi.Menurut Saptadi, selain nilai-nilai yang mahasiswa dapat selama berkuliah di FTEK, hal lainnya adalah pengalaman. Terutama saat praktikum di mana beberapa dosen menerapkan metode yang beragam.

Sementara untuk, Kurikulum FTEK, UKSW memang mengacu pada kurikulum Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET). Kaprodi Teknik Elektro ini juga menegaskan bahwa untuk berlaga di dunia kerja mahasiswa perlu dipersiapkan secara matang terlebih dahulu. Supaya nantinya mahasiswa mampu bersaing di dunia kerja bukan saja dalam arah lokal, maupun nasional bahkan internasional.

“Jadi mahasiswa sering merasa, kok elektro tuh sulit gitu. Nah, sekarang bagaimana kita melihat. Pada nyatanya persaingan di dunia kerja ketat, apalagi di bidang elektro sendiri itu sulit. Namun, sebenarnya kalau dipelajari sungguh-sungguh nggak ada yang sulit,” tambah Dalu.

Pencapaian Prestasi

Tuaian prestasi FTEK, UKSW sendiri tidak bisa dibilang sedikit. Pihak fakultas juga turut memfasilitasi dengan membentuk dua jalur klub, elektronika dan pemrograman yang dapat diikuti mahasiswanya di luar perkuliahan. Dua jawara yang paling bergengsi sejauh ini yang pernah diraih FTEK, UKSW adalah Juara Nasional Kontes Roket Indonesia tahun 2009 dan Juara II Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) Regional III tahun 2010 untuk kategori Robot Berkaki dan Robot Battle.

“Mahasiswa kami yang bergabung dengan Robotic Research Center milik kami biasanya direkrut oleh dosen dengan melihat kemampuannya selama perkuliahan. Ada juga yang direkrut karena kinerjanya yang baik saat bergabung di dalam klub,” terang Saptadi. Selain prestasi akademik yang sedemikian memukau, ternyata FTEK juga memiliki prestasi koneksi yang baik. FTEK sendiri bekerja sama dengan sekitar 17 perusahaan besar di Indonesia.

Tidak sedikit lulusan dari FTEK, UKSW yang sekarang menempati posisi strategis diberbagai perusahaan multinasional. Baik dalam maupun luar negeri. Tercatat 44 perusahaan dalam catalog mereka. “Lulusan kami dari segi IPK memang tidak tinggi. Rata-rata Cuma 2,6. Tapi buktinya mampu bersaing di dunia kerja,” tukas Dalu.

Di lain kesempatan tiga orang mahasiswa anggota Lembaga Kemahasiswaan FTEK,UKSW turut memberikan dukungan pendapat mereka mengenai pesona-pesona fakultas mereka yang sukses membuat fakultas mereka itu terus bertahan citra baiknya hingga kini.

“Kita selalu mengembangkan diri dengan melihat perkembangan diluar. Jadi kita selalu beradaptasi untuk memperbaiki diri terus,” kata Dalu setelah memaparkan keempat pesona yang membuat FTEK, UKSW terus Berjaya semenjak tahun 1968 hingga sekarang.

Kana Petra, anggota Staf Senat Mahasiswa FTEK, UKSW ini mendukung pendapat Dalu dan Saptadi diawal bahwa sistem pendidikan di FTEK ini memang sangat baik. Terutama dari pemupukan mental mahasiswanya. “Memang di sini tuh susah baik sistem penilaiannya, materinya juga susah. Tapi itu justru numbuhin solidaritas untuk saling membantu dalam belajar,” ujar Kana.

Mengenai standardisasi kurikulum yang kemudian mempengaruhi proses belajar mengajar, Teuku Danny Ramdani Kepala Departemen Bidang 4 Senat Mahasiswa FTEK, UKSW, ini setuju dengan Dalu bahwa beberapa mahasiswa memang mentalnya lemah di FTEK. Tapi menurut Teuku kembali lagi, semua itu tergantung minat si mahasiswa.

Dalam kesempatan yang sama itu, Ketua Senat Mahasiswa FTEK UKSW, Ruth Johana A juga mengingatkan bahwa profil lulusan itu juga menjadi tolak ukur yang penting yang juga memberikan kontribusi yang berarti untuk citra FTEK ke depannya. Tim UKSW