Petani Pagari Sawah dengan Plastik

Petani Pagari Sawah dengan Plastik

922
PASANG PLATIK- Petani Desa Manjung Kecamatan Sawit memasang plastik sebagai pagar sawah guna mencegah tikus masuk, Sabtu (23/3). Joglosemar|Ario Bhawono
PASANG PLATIK- Petani Desa Manjung Kecamatan Sawit memasang plastik sebagai pagar sawah guna mencegah tikus masuk, Sabtu (23/3). Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI – Mengantisipasi serangan hama tikus, petani Kecamatan Sawit gencar melakukan gropyokan. Selain itu petani juga memasang pagar plastik untuk mencegah tikus masuk. Meski tidak menjamin 100 persen bebas serangan tikus, namun petani tetap melakukan berbagai upaya agar nantinya bisa panen.

Upaya yang dilakukan petani dengan memasang plastik di sawah ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Setidaknya untuk sawah berukuran 2000 meter persegi, mereka membutuhkan dana Rp 350.000. Biaya tersebut belum termasuk ongkos pemasangan di sawah. Sehingga upaya ini cukup berat bagi petani yang kurang mampu, bahkan banyak petani yang modal tipis terpaksa menganggurkan atau membiarkan sawah mereka bera tidak ditanami.

Darmadi (56), petani Dukuh/Desa Tegalrejo Kecamatan Sawit mengaku melakukan berbagai usaha untuk mengantisipasi serangan hama tikus, termasuk membeli plastik dan memasangnya di sawah yang disewanya dari kas Desa Manjung, Sawit. “Sudah dua musim ini gagal panen, kalau mau panen ya harus mengeluarkan biaya lebih,” tutur dia, Sabtu (23/3).

Baca Juga :  Universitas Boyolali Bagikan Bibit Pohon Produktif

Meski harus mengeluarkan biaya lebih mahal, langkah ini terpaksa dilakoni Darmadi supaya dirinya tidak merugi biaya sewa lahan. Meski demikian upaya ini diakuinya juga masih untung-untungan, karena dia juga tidak yakin pagar plastik mampu mencegah serangan tikus masuk ke sawahnya.

Senada, Sunardi (65), petani penggarap lainnya mengaku terpaksa gambling dengan terus menanam musim ini. Petani warga Dukuh Tanon Desa Manjung ini mengaku menyewa sawah kas desa senilai Rp 6,6 juta. Biasanya, sawah yang disewanya mampu panen hingga tiga kali selama satu tahun. Namun dua musim tanam terakhir ternyata gagal panen lantaran diserang hama tikus. Sehingga mau tidak mau dia menyandarkan harapan pada musim tanam ketiga kali ini. “Kalau tidak ditanami jelas rugi karena lahannya menyewa, harapannya musim ini bisa panen supaya bisa menutup ongkos sewa,” kata dia.

Baca Juga :  Universitas Boyolali Bagikan Bibit Pohon Produktif

Terpaksa, Sunardi pun harus merogoh kantongnya untuk membeli rol plastik. Sudah dua rol plastik dibelinya dan sudah dipasang di sawah untuk pagar. Jumlah tersebut diakuinya masih kurang, pasalnya serangan tikus masih bisa merusak dan membobol plastik yang dipasang.

Sementara itu saat ini harga tebasan panen menurut Sunardi sedang bagus-bagusnya, untuk luas sawah 3.000 hingga 3.500 meter pesegi, harga tebasan bisa mencapai Rp 5 sampai Rp 6 juta tergantung kondisi tanaman. Sunardi sangat berharap tahun ini dirinya bisa panen, apalagi ongkos sewa lahan dahulu diperolehnya secara hutang. Ario Bhawono

BAGIKAN