JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Petugas PLN Gadungan Gentayangan di Wonogiri

Petugas PLN Gadungan Gentayangan di Wonogiri

529
MENGAKU PLN- Manajer PT PLN (Persero) Rayon Wonogiri, Muhammad Nur Wachid memegang kuitansi penjualan penutup meter listrik yang mengatasnamakan pihak PLN, Jumat (1/3). Joglosemar | Eko Sudarsono
MENGAKU PLN- Manajer PT PLN (Persero) Rayon Wonogiri, Muhammad Nur Wachid memegang kuitansi penjualan penutup meter listrik yang mengatasnamakan pihak PLN, Jumat (1/3). Joglosemar | Eko Sudarsono

WONOGIRI-Masyarakat diimbau tidak menghiraukan jika ada orang yang mengaku dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) menawarkan boks atau tutup meter listrik. Apalagi dibumbui dengan penjelasan yang panjang dan agak memaksa.

Salah satu warga Dusun Bulusulur RT 3 RW IV, Bulusulur, Wonogiri, Sumiyati (40) mengatakan dirinya baru saja membeli boks itu seharga Rp 40.000.
“Baru kemarin saya beli. Agak memaksa. Akhirnya daripada panjang-panjang berdebat saya beli Rp 40.000. Dikasih kuitansi juga, katanya dari PLN. Ada beberapa orang tapi menyebar,” kata Sumiyati, Jumat (1/3).

Menanggapi hal itu, Manajer PT PLN (Persero) Rayon Wonogiri, Muhammad Nur Wachid menyatakan pihaknya tidak pernah menjual atau mengadakan barang-barang seperti itu. Termasuk yang sering dijual pula, kartu gantung.

“Istri saya juga pernah ditawari orang seperti itu juga. Disuruh membeli boks tadi. Selain menjual boks biasanya juga ada yang jual kartu gantung. Harganya Rp 30.000. Laporkan saja kalau ada orang seperti itu,” kata dia.

Selain dua barang tadi, ada pula yang menawarkan alat yang bisa menghemat pemakaian listrik.  Menurutnya tidak masuk akal menghemat listrik dengan alat tertentu. “Sama saja memakai handphone. Kalau pemakainya bisa mengatur pemakaian juga tidak banyak yang dibayar. Alat yang dikatakan bisa menghemat listrik itu ada yang dijual Rp 200.000,” terangnya.

Ia pun menegaskan pelayanan kepada pelanggan tidak ada kata imbalan. Termasuk memperbaiki instalasi listrik yang rusak. “Yang jelas PLN tidak pernah menjual itu dan tidak meminta pihak ketiga untuk menjual itu. Kalaupun ada kuitansi, itu palsu. Laporkan saja ke Polisi, tidak usah takut. Kalau ingin info terkait pemasangan atau penambahan daya, tinggal telepon ke 123,” pungkasnya. Eko Sudarsono

BAGIKAN