JOGLOSEMAR.CO Foto Pilgub Jateng Kurang gereget

Pilgub Jateng Kurang gereget

277

SEMARANG-Proses pelaksanaan pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Tengah dinilai tidak memiliki gereget di masyarakat. Masyarakat Jawa tengah belum memiliki kepedulian terhadap Pilgub.

Hal itu dikeluhkan sejumlah anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah. Mereka menyayangkan lemahnya sosialisasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jateng.

Sejumlah fraksi di DPRD Jawa Tengah menyesalkan kurangnya gereget Pilgub Jateng 2013, padahal waktu pelaksanaan hanya tinggal sekitar dua bulan lagi.

“Pilgub sudah di depan mata, tetapi di masyarakat belum ada gereget untuk menyukseskannya,” kata anggota Fraksi Gerindra DPRD Jawa Tengah, Rachmat Mujiono, Selasa (26/3).

Oleh karena itu, lanjut dia, perlu sosialisasi yang lebih progresif dan pemantapan data pemilih secara cermat oleh KPUD.

Minimnya pemahaman masyarakat tentang Pilgub juga diungkapkan anggoat Fraksi Partai Demokrat Ali Suyono. “Jangka waktu tiga bulan, bukan masa yang panjang untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pelaksanaan Pilgub.

“Lemahnya sosialisasi ini diperparah dengan budaya pragmatisme masyarakat saat menjelang Pilkada,” katanya.

Oleh karena itu, ia menuturkan sosialisasi sebagai langkah strategis menyampaikan perihal Pilgub ini mutlak diintensifkan.

Sementara itu, anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Jawa Tengah, Alfasadun menilai kondisi tersebut menjadi peringatan bagi pemerintah daerah serta KPUD.

Ia menjelaskan, minimnya pengetahuan masyarakat tentang pilgub akan berdampak pada rendahnya angka partisipasi pemilih. “Angka Golput pada Pilgub nanti diperkirakan mencapai 50 persen lebih, kondisi ini manjadi peringatan bagi pemerintah dan KPUD,” katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, di Jakarta, Selasa (26/3) menyebut, Pilgub Jateng kali ini menjadi pertarungan internal politik PDI Perjuangan. Bisa dibilang, pertaruangan ini sebagai petaruangan elit partai dengan akar rumput atau grass root (akar rumput).

“Disingkirkannya Rustiningsih dengan cara yang kurang layak di saat terakhir pencalonan, dan disertai “dropping” kandidat dari pusat, telah menimbulkan keresahan dan keretakan pada mesin teritorial PDIP,” kata Rico.

“Tokoh-tokoh grass root PDIP yang jelas memiliki basis suara, ditengarai akan membalas keputusan elit Jakarta yang agak sembrono di Jateng,” tegas Dosen Dosen FISIP Universitas Paramadina itu.

Sementara itu, ada hal yang perlu dicermati mengenai suara PDIP di Jateng. Berdasarkan catatannya, Rico menilai terjadi penurunan kepercayaan masyarakat terhadap partai berlambang banteng dengan moncong putih tersebut.

“Dari Pemilu ke Pemilu sebenarnya kekuatan PDIP di Jawa Tengah sebagai basis terancam menjadi mitos. Pada Pemilu 1999 suara PDIP 32.2 persen, Pemilu 2004 turun menjadi 27.9 persen. Terakhir dalam Pemilu 2009 jatuh lagi menjadi 24.8 persen, artinya data itu menunjukkan pudarnya kekuatan banteng secara signifikan di Jateng dan ini berarti kekuatan Ganjar pun tidak kuat,” paparnya.

Di sisi lain, ratusan perangkat desa anggota Persatuan Rakyat Desa (Parade) Nusantara yang tergabung dalam Komunitas Masyarakat Desa Jawa Tengah, menyatakan dukungannya terhadap bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ganjar Pranowo-Heru Sujatmoko. Dukungan terhadap pasangan yang diusung PDI perjuangan tersebut, disampaikan saat deklarasi relawan di Semarang, Selasa (26/3).

Ketua Komunitas Masyarakat Desa Jawa Tengah Wasiman mengatakan deklarasi dukungan para perangkat desa ini di luar kelembagaan Parade Nusantara. “Kami anggota Parade Nusantara, namun tidak mengatasnamakan Parade Nusantara,” kata Kepala Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang itu.(Antara | Detik)

BAGIKAN