JOGLOSEMAR.CO Foto Pilgub, Suara PDIP Terancam Pecah

Pilgub, Suara PDIP Terancam Pecah

354
BAGIKAN

logo pilgub jatengSEMARANG –Majunya Don Murdono menjadi calon Wakil Gubernur Jawa Tengah mendampingi Hadi Prabowo bisa mengancam pecahnya suara PDIP Jateng. Don Murdono adalah kader PDIP yang kini dipecat karena nekat maju Pilgub.

Sementara itu, Walikota Solo, Hadi Rudyatmo, menyangkal telah memboikot acara Gubernur Jateng yang juga maju ke Pilgub, bibit Waluyo, Rabu (20/3) lalu. Rudyatmo mengaku, dalam waktu yang bersamaan dia memenuhi undangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Jakarta. Sehingga tak bisa ikut acara deklarasi netralitas pegawai yang digelar pemerintah provinsi tersebut.

Kembali ke ancaman pecahnya suara PDIP Jateng, Don Murdono yang dipecat PDIP nekat maju mendampingi Hadi Prabowo lewat koalisi enam partai. Yakni PKS, PPP, PKB, Gerindra, Hanura dan PKNU.

Ketua Tim Pemenangan Don Murdono, Rusmono Rudi Nuryawan, mengatakan kader PDIP kecewa atas keluarnya rekomendasi calon gubernur pada Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko. ”Nanti akan makin banyak lagi kader PDIP di Jawa Tengah yang membelot ke Hadi-Don,” kata Rusmono, sebagaimana dilansir tempo.co, Kamis (21/3).

Seperti diketahui, dalam Pilgub Jateng, PDIP sendirian mengusung pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko. Sebelumnya, Hadi dan Don mendaftar di PDIP, tapi gagal meraih rekomendasi. Bahkan, Hadi yang kini masih menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Jateng pernah sesumbar tak akan mencalonkan selain melalui PDIP. Namun, sepekan setelah itu, Hadi bak menelan ludahnya sendiri karena dia tetap maju lewat koalisi partai menengah.

Rusmono mengklaim, kader PDIP yang membelot tak hanya kader di tingkat bawah, tetapi juga kader di struktur pengurus partai. Dia mencontohkan pengurus anak cabang PDIP Boja dan Patean Kendal sudah mengalihkan dukungan kepada Hadi-Don.

Keluarga Don Murdono adalah kader yang mengakar di PDIP. Dua saudaranya bekas tokoh PDIP Jawa Tengah, yakni Murdoko, ketua nonaktif DPRD Jawa Tengah yang juga bekas Ketua PDIP Jawa Tengah, serta Handy Boedoro, bekas Bupati Kendal. Namun, keduanya tersandung kasus korupsi.

Dalam acara deklarasi Hadi-Don di Stadion Jatidiri Semarang pekan lalu  sekitar 100 orang berseragam PDIP menyatakan mendukung Hadi-Don. Mereka membawa spanduk bertuliskan: “Kader PDIP dukung HP-Don”, “Maaf Mbak Puan, Kami Tak Kenal Ganjar”.

Pengurus PDIP Jawa Tengah menuding orang yang menamakan kader PDIP pendukung calon gubernur Hadi Prabowo-Don Murdono sebagai kutu loncat. ”Orang yang datang di deklarasi HP-Don itu sebelumnya juga merapat ke PDP, PNBK dan ke Nasdem,” ujar Sekretaris PDIP Jateng, Agustina Wilujeng, di Semarang.

Soal netralitas pegawai yang dipersoalkan Pemerintah Provinsi, Walikota Solo Hadi Rudyatmo yang juga Ketua DPC PDIP Solo berujar, pejabat bisa menempatkan diri mana urusan politik dan birokrasi pemerintahan.”Kita bisa memilah lebih dulu, ini kepentingan pemerintah ya kita jalani. Kalau itu kepentingan politik ada jalannya sendiri,” katanya.

Menurutnya, PNS tak perlu diingatkan soal netralitas. Karena mereka sudah tahu aturannya. ”Tidak usah bicara netral-netralan, yang netral itu PNS,” katanya. ”Yang penting jangan sampai melakukan intimidasi pada PNS untuk diarahkan memilih calon tertentu. Jangan memaksa hak individu PNS itu jauh lebih penting,” kata Rudyatmo.

Sebaliknya sebagai kader PDIP, Rudyatmo yakin Ganjar Pranowo sudah populer dikenal masyarakat Jateng, terutama para pemuda.”Perlu diketahui semua, Ganjar-Heru ini merupakan kader muda yang enerjik, sepak terjangnya cukup baik dan tidak terlibat apapun terkait masalah hukum,” tandasnya.

DPC PDIP Sragen memastikan semua kader dan pengurus sudah sepakat bergotong-royong memenangkan Ganjar-Heru.”Sebagai tahap awal karena belum penetapan calon, kami sudah menyiapkan baliho dan atribut yang semuanya dari urunan. Saat ini sebagian sudah siap dan tinggal dipasang di berbagai kecamatan,” ujar Sekretaris DPC PDIP Sragen, Sugiyamto.

Ia yakin sosok Ganjar-Heru yang bersih bisa mengikuti jejak Jokowi yang sukses dalam Pilgub. ”Sejarah telah membuktikan, Pak Jokowi yang merupakan sosok bersih dan direkomendasikan pada Pilgub DKI bisa menang meski tidak punya uang. Masyarakat sekarang juga sudah cerdas memilih. Makanya kami yakin dengan ikhtiar dan kebersamaan, Ganjar-Heru bisa menang,” katanya.

Tak mau kalah, pendukung Bibit yakin pasangan Bibit Waluyo- Sudijono Sastroatmodjo (Bissa) akan menang satu putaran. Ketua DPC Partai Demokrat Karanganyar Rinto Subekti mengatakan, keyakinan itu dilandasi kekompakan kerja timnya. ”Dengan kerja keras yang dilakukan dan kesolidan tim yang ada saat ini, saya yakin Bissa dapat memenangkan suara lebih dari 50 persen,” tegas Rinto di Kantor DPC Demokrat Karanganyar, kemarin.

Ia tak cemas dengan klaim Jateng merupakan kandang PDIP. ”Kami dari Demokrat, Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) sudah sepakat untuk bekerja lebih keras lagi. Untuk Dapil Jateng IV  yakni Wonogiri, Sragen dan Karanganyar ini kami telah memiliki suara hingga 47 persen,” klaimnya. M Ismail |M Ikhsan | Wardoyo