JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Pilkades E-voting Perdana, Warga Antusias

Pilkades E-voting Perdana, Warga Antusias

528
BAGIKAN
Seorang warga tengah memasukan smart card sebelum memberikan suaranya dengan cara memencet gambar di layar saat pelaksanaan Pilkades e-voting perdana di Desa Kebon Gulo, Kecamatan Musuk, Selasa (5/3). Ario Bhawono
Seorang warga tengah memasukan smart card sebelum memberikan suaranya dengan cara memencet gambar di layar saat pelaksanaan Pilkades e-voting perdana di Desa Kebon Gulo, Kecamatan Musuk, Selasa (5/3). Ario Bhawono

BOYOLALI – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara ­e-voting kali pertama digelar di Desa Kebon Gulo, Kecamatan Musuk, Selasa (5/3). Meski diguyur hujan dari pagi, namun warga tetap antusias datang dan memberikan suara di tempat pemungutan suara balaidesa setempat.

Sejumlah warga utamanya yang Lanjut Usia (Lansia) dibimbing petugas dalam pelaksanaan Pilkades e-voting tersebut. Pemungutan suara juga sempat terkendala insiden matinya komputer yang digunakan untuk e-voting. “Memang tadi ada Lansia yang salah pencet, harusnya memencet gambar calon di layar tetapi malah memencet tombol power komputer,” ungkap Susilo Hartono, Kabag Pemdes Setda Boyolali di sela-sela pemungutan suara.

Insiden tersebut segera diatasi petugas dengan menghidupkan kembali komputer sehingga pemungutan suara dapat dilanjutkan kembali. Sementara itu untuk memudahkan para Lansia, di setiap bilik suara disediakan pendamping untuk membantu mereka. Selain itu di bagian depan, juga disediakan piranti e-voting­ yang dapat digunakan untuk latihan pemilih yang belum paham, sebelum memberikan suaranya di bilik suara.

Sementara itu menurut Mahari (65), warga Dukuh Petet mengatakan pelaksanaan e-voting cukup mudah. Menurut dia, selain lebih cepat juga lebih mudah karena hanya tinggal pencet gambar di layar. Senada, Nuryanti (40), warga yang lain juga mengaku e-voting lebih cepat sehingga dirinya tidak antre selama saat pungutan suara konvensional. “Enakan ini (e-voting) dibanding nyoblos biasa,” tutur Mahari yang mengaku ikut saat simulasi e-voting sebelumnya.

Totok Eko YP, Camat Musuk mengakui belum 100 persen warga lancar saat e-voting. Menurut hal ini dikarenakan e-voting kali ini merupakan e-voting perdana secara nasional. “Kalau 100 persen tidak gagap jelas tidak mungkin, tetapi secara umum lancar karena didukung petugas, baik dari desa, tim kabupaten, serta didampingi dari BPPT (Badan Penelitian dan Penerapan Teknologi),” jelas dia.

Terpisah, Faisol Baabdullah, Chief Engineer Program e-Pemilu Pusat Teknologi Informasi BPPT menjelaskan, ­e-voting ini memiliki akurasi lebih tinggi karena mampu mengeliminir kertas suara rusak. Meski demikian menurut dia perlu meyakinkan publik bahwa hasil yang dihitung sesuai dengan jumlah suara yang masuk.

Sementara itu Pilkades di Kebun Gulo hanya terdapat satu calon, yakni incumbent Kades sebelumnya, Warsono. Hasil ­e-voting Warsono menang 991 suara melawan kotak kosong dengan dua suara. Ario Bhawono