JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Pilkades E-voting Sudah Sesuai Konstitusi

Pilkades E-voting Sudah Sesuai Konstitusi

337
BAGIKAN
Joglosemar|Ario Bhawono SIMULASI E-VOTING- Petugas membantu warga saatsimulasi pemungutan suara Pilkades dengan e-voting di Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Kamis (28/2).
Joglosemar|Ario Bhawono
SIMULASI E-VOTING- Petugas membantu warga saatsimulasi pemungutan suara Pilkades dengan e-voting di Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Kamis (28/2).

BOYOLALI – Syawaludin, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Boyolali menegaskan bahwa pelaksanaan Pilkades secara elektronik atau e-voting sah dan konstitusional sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Sementara itu simulasi Pilkades dengan e-voting, digelar di Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Kamis (28/2).

Syawaludin menegaskan, pelaksanaan Pilkades e-voting tetap mengacu pada Perda 11/2006 tentang Pilkades. Dalam Perda tersebut jelas dicantumkan hal-hal yang belum diatur dalam Perda, maka akan diatur dengan Peraturan Bupati (Perbup). “Secara tegas di Pasal 20 Perda tersebut menyatakan tata cara pemilihan dan seterusnya akan ditetapkan lebih lanjut dengan Perbup, ini sudah sangat jelas sehingga tolong dipahami Perda secara kompreherensif,” tegas Syawaludin membantah tudingan Pilkades dengan e-voting inkonstitusional.

Selain itu, Perda 11/2006 sendiri menurut dia juga mengacu pada UU 32/2004 yang hingga saat ini masih berlaku. Karena di Perda tidak mengatur mengenai e-voting, dan sesuai dengan Pasal 20 maka pelaksanaan Pilkades Pilkades e-voting kemudian dibuatkan Perbub 55/2012 sebagai perubahan Perbup 37/2006, sebagai dasar hukum.

Perubahan ini untuk menjawab perkembangan jaman dan teknologi yang semakin canggih, sehingga pelaksanaan pemungutan suara dimungkinkan  dengan cara elektronik atau evoting. Selain itu, penegasan Pilkades secara e-voting sah, juga ada di dalam Perda RPJMD (rencana Pembangunan Jangka Menengah) tahun 2010  yang digedok DPRD Boyolali.

Sementara itu, simulasi pemungutan suara dengan e-voting dilangsungkan di Desa Genting, Kecamatan Cepogo. Simulasi diikuti sekitar 500 warga desa setempat yang memiliki hak pilih. Sedangkan calon kepala desa merupakan calon tunggal.

Ratusan warga dengan antusias mengikuti tata cara pemungutan dengan e-voting. Camat Cepogo, Siti Askariyah menjelaskan, simulasi bertujuan untuk memberikan gambaran warga bagaimana mereka nanti memilih. Simulasi dan sosialisasi menurut dia, sebelumnya menggunakan film, namun karena warga meminta langsung ditampilkan gambar Kades setempat karena permintaan warga dan karena calon tunggal.

Turisti Hindriya, Wakil Ketua DPRD Boyolali sebelumnya menyatakan pelaksanaan e-voting diperbolehkan dan tidak masalah. Namun  menurutnya metode e-voting tetap harus memiliki dua syarat akumulatif, yakni tidak melanggar asas Luber (Langsung Umum Bebas dan Rahasia) dan daerah yang menerapkan e-voting harus sudah siap dari sisi teknologi, pembiayaan, SDM, maupun perangkat lunaknya, juga kesiapan masyarakat.

Ario Bhawono