JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Pilkades Putaran Keenam, Kuburan Bagi Incumbent

Pilkades Putaran Keenam, Kuburan Bagi Incumbent

312
BAGIKAN

SRAGEN—Tahapan pemilihan kepala desa (Pilkades) putaran keenam tahap pertama yang digelar serentak, Sabtu (2/3) di empat desa benar-benar ibarat kuburan bagi para calon incumbent (mantan). Tiga dari empat calon incumbent yang berlaga kembali tumbang di tangan calon pendatang baru.

HASIL AKHIR PILKADES PUTARAN KEENAM:
1. Pilkades Nganti, Gemolong:
1. Ngaidi: 241
2. Suwondo: 492
3. Joko Warsito: 323
4. Paiman: 67
2. Pilkades Kecik, Tanon:
1. Suwandi PA : 802
2. Drs Paniyo: 1.502
3. Pilkades Glonggong, Gondang:
1. Jumadi: 1.174
2. Sutanto: 609
3. H Tingkas:840
4. Pilkades Bandung, Ngrampal:
1. Marsana: 920
2. Sukarno: 1.769
Sumber: Bag Pemdes Setda Sragen

Hasil akhir dari perolehan suara yang terekam di Bagian Pemerintahan Setda Sragen, tiga calon incumbent masing-masing di Pilkades Kecik Kecamatan Tanon, Glonggong Kecamatan Gondang, dan Nganti Kecamatan Gemolong, semuanya kalah. Mantan Kades Kecik, Suwandi PA dipaksa bertekuk lutut dari Kaur Umum, Paniyo dengan selisih 700 suara.

Setali tiga uang, mantan Kades Nganti, Ngaidi juga harus merelakan tampuk jabatannya ke wajah baru, Suwondo, yang perolehan suaranya dua kali lipat lebih banyak. Begitu pula mantan Kades Glonggong, Tingkas juga tak berdaya membendung kehendak warganya yang lebih memilih pendatang baru, Jumadi dengan selisih 300-an suara. Satu-satunya calon incumbent yang berhasil memperpanjang jabatan adalah mantan Kades Bandung, Sukarno yang menang mutlak atas penantangnya, Marsana. “Semua Pilkades berjalan lancar, kondusif dan semua calon bisa menerima hasil,” ujar Kabag Pemerintahan Setda Sragen, Suwandi.

Di sisi lain, fenomena unik juga mewarnai gelaran Pilkades putaran keenam. Di mana, dua calon yang berlaga di Pilkades Kecik, diketahui sama-sama sudah stand by di arena panggung sejak pukul 02.00 WIB atau Sabtu (2/3) dini hari. Bahkan, calon incumbent, Suwandi PA yang rumahnya lebih dekat ke lapangan tempat Pilkades, datang setengah jam sebelum lawannya. Walhasil, aparat kepolisian pun terpaksa harus begadang dan bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Tapi karena aturannya tidak boleh manggung sebelum jam yang ditentukan, akhirnya kedua calon menunggu di luar pagar. Baru pagi harinya setelah jamnya, mereka baru naik ke panggung,” terang Kapolsek Tanon, AKP Marsidi yang sudah bersiaga penuh sejak H-3.

Wardoyo