PKL Bandel Kembali Ditertibkan

PKL Bandel Kembali Ditertibkan

207
DITERTIBKAN-Petugas  Satpol PP menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Veteran, Sabtu (2/3). Joglosemar | Ari Welianto
DITERTIBKAN-Petugas Satpol PP menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Veteran, Sabtu (2/3). Joglosemar | Ari Welianto

SOLO-Dinas Pengelola Pasar (DPP) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), kembali menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di lokasi tidak diperbolehkan, Sabtu (2/3). Dalam penertibannya tersebut, ditemui banyak lapak PKL dibongkar dan memindahkan ke lokasi lain.

Adapun lokasi penertiban seperti di Jalan Veteran, Jalan Moewardi  maupun di Kawasan Purwosari. Pasalnya di lokasi tersebut banyak PKL yang berjualan, padahal lokasi tersebut dilarang untuk berjualan. Sehingga dengan tegas langsung dibongkar.

“Kami sudah sering mengimbau mereka untuk tidak berjualan di lokasi yang dilarang. Bahkan sudah kami peringatan tapi tetap saja kembali,” terang Didik Anggono, Kasie Penataan dan Pembinaan PKL Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Solo di sela-sela penertiban, Sabtu (2/3).

Dijelaskan, contoh saja di Jalan Veteran dari perempatan Gemblegan sampai Perembatan Gading. Di sana beberapa waktu lalu sudah bersih dari PKL, di mana dipindahkan ke Shelter Silir, Semanggi. Tapi banyak PKL yang nekat berjualan kembali baik dilakukan PKL baru maupun lama. ”Kami pun terus patroli tapi mereka biasanya kucing-kucingan dengan petugas. Jadi kami bertindak tegas ke mereka dengan membongkar lapak mereka,” sambungnya.

Sebenarnya Pemkot  telah berupaya untuk memberikan fasilitas umum (fasum) ke pedagang di Shelter Silir Semanggi. Seperti membuka akses jalan keluar masuk shelter dan melakukan pengerasan jalan menuju shelter yang berimpitan dengan pasar Notoharjo tersebut.  “Pemkot juga telah memberikan bantuan modal kepada pedagang sebesar Rp 1 juta tiap pedagang. Promosi pun juga kami lakukan agar ramai dan dikunjungi masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, ada sekitar 10-15 persen dari 96 pedagang yang kembali kejalanan. Pihaknya pun akan mencabut Surat Hak Penempatan (SHP) shelter bagi PKL yang membandel tetap berjualan di jalanan. “Kalau mereka tidak aktif lagi di shelter dan kembali ke jalan, maka kami cabut dan diberikan pada pedagang lainnya saja,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu PKL Sukoro (50), mengeluhkan jika kondisi di sana sepi. Omzet dari berjualan di Jalan Veteran cukup dan bisa menghidupi keluarga, tapi saat di shelter malah berkurang. “Saya terpaksa berjualan di sini, karena di shelter tidak laku dan sepi pengunjung. Jadinya berjualan di pinggir jalan lagi,” pungkas  tukang servis kompor ini. Ari Welianto

BAGIKAN