Polemik Pendirian Tower di Ketelan

Polemik Pendirian Tower di Ketelan

297

Ketua DPRD: Izin Belum lengkap

YF Sukasno
YF Sukasno

SOLO-Ketuan DPRD Solo, YF Sukasno menilai keberadaan tower seluler di daerah Ketelan jika Izin Mendirikan Bangunan (IMB)-nya sudah kedaluwarsa. Bahkan sejak awal sudah bermasalah, di mana belum mempunyai izin pendirian tower, seperti belum ada rekomendasi dari Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), IPR atau AP, IMB, UKL atau IPL dan HO (gangguan).

“Jadi izinnya itu bukan hanya IMB saja tapi ada beberapa. Karena itu lokasinya berada di tengah-tengah pemukiman masyarakat, saya dikasih fotokopi IMB-nya tapi itu sudah kedaluwarsa,” ujar Sukasno, Sabtu (23/3).

Dijelaskan Sukasno, jika pengelola merasa mempunyai izin bisa segera ditunjukkan izin pendirian towernya. Jika tidak bisa menunjukkan, maka Pemerintah Kota (Pemkot) bisa menggugat pengelola, apalagi sudah berjalan selama 11 tahun ini. Karena keberadaan tower dampaknya cukup tinggi, di mana psikologis masyarakat terganggu, khawatir bahkan saat hujan pun bergoyang dan membuat masyarakat ketakutan.

“Adanya peraturan ini harus dipenuhi oleh pengelola tower di mana pun itu. Di Solo cukup banyak, coba dicek apakah punya izin yang sudah ada itu atau tidak, kalau memang ada coba tunjukan izinnya,” ungkapnya.

Nantinya, lanjut dia, jika semua izin dan persyaratan yang sesuai peraturan itu keluar. Maka akan dikeluarkan Surat Laik Fungsi (SLF), itu yang menjadi acuan pengelola yang ingin mendirikan tower dipemukimkan padat penduduk. Bahkan adanya SLF ini maka Pemkot selalu mengecek setiap lima tahun, untuk kepentingan bersama dan masyarakat jangan dijadikan korban.

“Bukan berati Solo itu tidak ramah investasi. Tapi mereka juga harus melihat aturan yang sudah ada ini, bahkan harus mengikuti karena ini untuk kepentingan bersama,” sambungnya.

Pihaknya siap mendampingi dan melindungi warga yang tinggal berada di sekitar tower. Harusnya pengelola tahu dan tidak ngotot, berharap bisa memperlihatkan izin-izin yang sudah dikeluarkan Pemkot saat pendirian awal.  Karena penjelasan dari Pemkot sendiri jika izin tower menara di Ketelan dari awal tidak memenuhi persyaratan. ”Saya diberi penjelasan dari Pemkot ternyata tidak memenuhi izin. Kami harap pengelola bisa bekerja sama dan kami pun siap memanggilnya,” kata dia.

Ari Welianto

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR