JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Polisi : Penahanan Alim Sudah Prosedural

Polisi : Penahanan Alim Sudah Prosedural

401
BAGIKAN

Ganti Kuasa Hukum 

DILIMPAHKAN- Anggota DPRD Sragen dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Alim Suratno dikawal tim dari penyidik Tipikor Reskrim Polres Sragen saat diserahkan ke Kejaksan Negeri Sragen, Senin (11/3). Wardoyo
DILIMPAHKAN- Anggota DPRD Sragen dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Alim Suratno dikawal tim dari penyidik Tipikor Reskrim Polres Sragen saat diserahkan ke Kejaksan Negeri Sragen, Senin (11/3). Wardoyo

SRAGEN—Anggota DPRD Sragen dari fraksi PKB sekaligus tersangka korupsi dana bantuan sosial (Bansos) pondok pesantren (Ponpes) APBD Provinsi tahun 2008, Alim Suratno mengganti kuasa hukumnya bersamaan dengan statusnya yang berubah menjadi tahanan Kejari Sragen. Sementara, pihak kepolisian menegaskan proses penangkapan dan penahanan tersangka sudah prosedural tanpa tendensi apapun.

Pergantian pengacara itu diketahui ketika proses pelimpahan tersangka dan barang bukti oleh tim Polres Sragen ke Kejari, Senin (11/3). Saat dibawa ke Kejari, Alim didampingi oleh pengacara barunya yakni YB Irfan bersama Tora Hananto. Sebelumnya, saat dititipkan ke LP Sragen, Sabtu (9/3), Alim hanya didampingi Bambang Triyono yang kala itu mengaku sudah ditunjuk sebagai kuasa hukumnya. “Ya, saya memang sudah ditunjuk untuk mendampingi Pak Alim dan hari ini baru pertama kali saya bertemu dengan kerabatnya,” ujar YB Irfan, saat mendampingi kliennya di Kejari.

Irfan mengaku sudah siap menyiapkan permohonan penangguhan penahanan untuk kliennya. Bahkan, ia berani menggaransi jika kliennya tidak akan melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti atau mengulangi perbuatannya.

Sebelum diserahkan ke Kejari, Alim yang disangka melakukan korupsi dana Bansos untuk 11 Ponpes dan masjid senilai lebih dari Rp 500 juta itu, terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan di Polres Sragen. Dokter Polres, Dr Joko Purwanto mengatakan meski memiliki riwayat penyakit gula, secara umum kondisi kesehatan tersangka masih memenuhi syarat untuk menjalani penahanan. “Jantungnya nggak bermasalah. Tapi tensinya sempat naik, sedangkan secara umum kesehatannya baik,” urai Dr Joko.

Tersangka diantar barang bukti berupa 48 item berupa perangkat komputer, stempel, hard disk, dan dokumen terkait kasus tersebut oleh tim Reskrim yang dipimpin langsung, Kasat Reskrim, AKP Yohanes Trisnanto.

Mewakili Kapolres AKBP Susetio Cahyadi, AKP Yohanes mengatakan dengan pelimpahan berkas, tersangka dan barang bukti tersebut, proses hukum selanjutnya sepenuhnya ada di pihak Kejari. Ia juga menegaskan penahanan Alim sudah memenuhi syarat dan dilakukan dengan pertimbangan utama menghindari tersangka kabur, serta menghilangkan barang bukti. “Tidak ada muatan atau kepentingan apapun. Prosedur panggil, tangkap, tahan, geledah dan sita itu bisa dilakukan tanpa pemberitahuan. Kalau ada pemberitahuan malah bisa kabur,” tegasnya. Wardoyo