JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Polisi Usut Kemungkinan Korban Lain

Polisi Usut Kemungkinan Korban Lain

444
BAGIKAN

Dinas Ingatkan Pemilik Warung di Kemukus

ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN—Polres Sragen akan berkoordinasi dengan Polres Boyolali untuk mengintensifkan pengusutan terhadap kasus perdagangan anak di bawah umur yang salah satu korbannya adalah siswi kelas satu SMP, DTY (13) asal Ngandong, Boyolali. Sementara, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) selaku instansi pengelola objek wisata Gunung Kemukus akan memperketat pengawasan terhadap larangan bagi warung di daerah tersebut mempekerjakan anak di bawah umur.

“Kami akan berkoordinasi dengan Polres Boyolali guna mengorek keterangan lebih intens terhadap riwayat dan informasi dari orangtua korban yang berdomisili di sana. Untuk satu tersangka yang berperan sebagai makelar, juga sudah kami tetapkan DPO dan masih kami lakukan pengejaran,” papar Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi, Rabu (6/3).

Kapolres menegaskan, pihaknya tidak akan menoleransi dan siap memproses seluruh pihak yang terlibat. Bahkan, pengusutan akan terus dilakukan mengingat tidak menutup kemungkinan jaringan yang terbilang sudah profesional ini.

Pihaknya pun berharap kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi siapa pun agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming pekerjaan enak dengan gaji besar, namun ternyata berisiko terhadap keselamatan maupun masa depan si anak. Kemudian untuk orangtua juga tidak mudah percaya dengan oknum yang menawarkan jasa membantu mencarikan pekerjaan jika dianggap meragukan.

Di sisi lain, Kepala Disparbudpora Sragen, Harjuno Toto menegaskan sebenarnya sejak awal dinasnya melalui pengelola obyek wisata Kemukus, sudah melarang semua warung mempekerjakan anak atau gadis di bawah umur. Dengan insiden ini, pihaknya berjanji akan memperketat pengawasan dan pengecekan terhadap pemilik warung maupun personel yang dipekerjakan.

Terpisah, Kades Pendem, Saidi Rosyid mengatakan sudah menyiapkan laporan terkait penahanan Sekdesnya, yang akan diajukan ke kecamatan dan pihak kabupaten. Namun surat itu baru akan diajukan setelah ada surat pemberitahuan penahanan dari institusi kepolisian. “Ini kami sedang berkoordinasi dengan Polsek dulu,” tandasnya. Wardoyo