Polres Rintis Layanan Safe House 110

Polres Rintis Layanan Safe House 110

241

Memangkas Birokrasi, Mendekatkan pada Jaminan Keamanan

FOTO SOFT NYUS SAFE HOUSE 110
Apel Revitalisasi Griya Aman 110 se-Kabupaten Sragen di Lapangan Mapolres, Selasa (19/3)

Sukses dengan layanan konsep safe house 112 atau griya aman 112, Polres Sragen kembali merevitalisasi program serupa dengan tajuk layanan safe house 110 atau griya aman 110. Meski hampir serupa, sejumlah penyempurnaan konsep yang diterapkan pada layanan 110 diharapkan semakin memberikan manfaat terhadap pemberian jaminan keamanan untuk masyarakat.

Ya, program safe house 112 yang dirintis setahun silam memang dinilai cukup berhasil. Menurut Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi, dari saat pertama kali dirintis itu jumlah rumah sukarelawan yang menjadi mitra griya aman tercatat sebanyak 208 rumah sesuai jumlah desa yang ada di Bumi Sukowati. Namun untuk konsep griya aman 110 ini, jumlah kemitraan bertambah menjadi hampir 300 relawan tersebar di 208 desa itu.

Baca Juga :  Dua Kasie Disperindag Sragen Saling Baku Hantam, Satu Masuk RSUD

“Konsep safe house 110 ini adalah panggilan darurat untuk semua masyarakat dan bebas pulsa. Jadi kalau ada kerawanan, tindak kriminal, kekerasan, atau kejadian apapun di rumah atau sekitarnya, masyarakat bisa langsung menghubungi line telepon kami di 110. Dan kami akan upayakan untuk secepatnya merespons setiap informasi yang masuk,” papar Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi seusai memimpin apel Revitalisasi Griya Aman 110 se-Kabupaten Sragen di Lapangan Mapolres, Selasa (19/3).

Sementara, fungsi mitra griya aman adalah sebagai penampung laporan warga di sekitarnya. Jika ada masyarakat di sekelilingnya yang merasa menjadi korban tindak kriminal atau merasa terancam, takut atau malas melapor ke Polsek, diharapkan bisa langsung melapor ke griya aman terdekatnya. “Dari mitra griya aman itu nanti yang akan meneruskan laporan ke kami. Tujuannya, memangkas jalur birokrasi laporan, mempercepat pertolongan terhadap korban, serta memberikan jaminan rasa aman secara cepat kepada masyarakat,” terang Kapolres.

Baca Juga :  FOTO : Kegiatan Literasi SMPN 1 Masaran Bersama Joglosemar

Kegiatan tersebut dihadiri semua unsur Muspida plus. Selesai apel, dilanjutkan pelepasan Kajari Sragen, Gatot Gunarto yang memasuki masa pensiun per 13 Maret. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga memberikan cendera mata kepada Kajari. Dalam pesan terakhirnya, Gatot mengaku sangat terkesan selama satu tahun lima bulan bertugas di Sragen. Selain kerja sama yang baik dengan semua institusi peradilan, ia juga merasa banyak mendapat dukungan dari masyarakat, sehingga semua kasus yang ada bisa dituntaskan.

Wardoyo

BAGIKAN