JOGLOSEMAR.CO Foto PR Menanti Wawali Purnomo

PR Menanti Wawali Purnomo

418
BAGIKAN

Belum Bisa Digaji, Jangan Jadi Ban Serep

Wakil Wali Kotasolo, Achmad Purnomo
Wakil Walikota Solo, Achmad Purnomo

SOLO-Hasil Parpurna DPRD Solo yang menetapkan Purnomo sebagai Wakil Walikota (Wawali) Solo dikirim ke Menteri Dalam Negeri lewat Gubernur Jawa Tengah, Kamis (28/2). Sebelum menerima SK dari menteri, Purnomo belum bisa menerima gaji Wawali per 1 Maret 2013.

Sementara itu, kalangan DPRD Solo minta terpilihnya Purnomo sebagai Wawali Solo, jangan sampai hanya jadi ban serep Walikota Hadi Rudyatmo (Rudy). Banyak pekerjaan rumah yang sudah menanti Rudy dan Purnomo.

Sekda Solo, Budi Suharto, idealnya gaji Wawali memang diterima per tanggal 1 saban bulannya. Hanya saja, Wawali Achmad Purnomo baru terpilih Rabu(27/2), dan belum menerima SK pelantikan Wawali dari Menteri Dalam Negeri. Otomatis, per 1 Maret 2013, Purnomo belum bisa menerima gajinya sebagai Wawali. ”Pemberian gaji Wawali  berlaku mulai tanggal 1. Tetapi, itu kalau mulai bekerja usai ada SK,” katanya, kemarin.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Solo, Etty Retnowati, mengatakan, untuk fasilitas yang diterima Wawali, otomatis juga baru bisa diberikan usai dapat SK dan sudah dilantik. ”Kalau belum ya, hak-haknya belum dapat diterima. Demikian juga Sekpri, ajudan dan driver akan melekat ketika beliau sudah resmi dilantik,” paparnya.

Etty menjamin, BKD sudah menyiapkan pelbagai hal terkait pelantikan Wawali. Termasuk menyiapkan tenaga PNS yang membantu Wawali dalam menjalankan tugasnya. ”Kalau bicara besaran gaji belum dapat saya jelaskan. Namun, besaran gaji seorang pejabat negara tergantung juga pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jadi saya tidak bisa menjelaskan berapa gaji Wawali yang diterima nanti,” ucapnya.

Meski belum bisa menerima gaji, Wawali Achmad Purnomo, sudah dihadapkan dengan setumpuk pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan bersama Walikota Hadi Rudyatmo. ”Seperti relokasi warga bantaran, reformasi birokrat tentang peningkatan SDM dan kedisiplinan, maupun pembangunan dengan pengembangan Solo utara,” kata Wakil Ketua DPRD Solo, Supriyanto.

Karena setumpuk PR itu jadi kerja bersama, dia minta Purnomo tidak hanya jadi bayang-bayang walikota saja, atau istilah populernya ban serep. ”Saya tidak ingin jika Pak Purnomo menjadi ban serep atau formalitas saja. Harus bisa sejalan bersama-sama membangun Kota Solo,” paparnya.

Politisi PAN Solo, Umar Hasyim, berpendapat, terpilihnya Achmad Purnomo sebagai Wawali merupakan bukti kedewasaan politik di Kota Solo cukup tinggi. Dia mengklaim, PAN yang pertama kali mengusung Purnomo.”Pemilih sudah cukup dewasa, ini menarik yang dulunya rival sekarang jadi partner,” katanya.

PAN pun, lanjut dia, tidak merasa kehilangan Achmad Purnomo yang sekarang jadi kader PDIP. Karena, memang Purnomo bukan kader PAN. Purnomo saat Pilkada Solo 2005 dipasangkan dengan Istar Yuliadi dan diusung PAN. ”PAN itu partai yang lebih lunak, jadi tidak harus calon walikota memiliki KTA partai,” akunya. Muhammad  Ismail | Ari Welianto