JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Puluhan Ribu Gakin Tak Peroleh Jamkesmas

Puluhan Ribu Gakin Tak Peroleh Jamkesmas

328
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

KLATEN – Sekitar 50.000 lebih Warga Miskin (Gakin) di Kabupaten Klaten tak peroleh Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Jumlah Gakin tersebut masuk dalam usulan program Jamkesmas tambahan.

Kepala Unit Pembiayaan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten, Nurcholis Arif Budiman, mengatakan jumlah tersebut berasal dari pendataan ulang yang dilakukan di 401 desa dan kelurahan di Kabupaten Klaten. Dalam pendataan tersebut, masing-masing desa diminta mendata Gakin yang sudah pernah menjadi peserta Jamkesmas periode 2008 dan peserta Jamkesmas baru. “Dari pendataan yang dilakukan di masing-masing desa, tercatat sekitar 50.000-an Gakin tidak masuk sebagai penerima Jamkesmas periode 2013. Maka dari itu, pada periode ini akan diusulkan penerima Jamkesmas tambahan yang berasal dari peserta Jamkesmas 2008 yang tidak masuk dalam periode ini dan peserta baru,” jelasnya saat ditemui di kantornya, Rabu (6/3).

Pendataan ulang dilakukan hingga 31 Januari 2013 lalu dan saat ini dalam proses verifikasi data.  Namun, tidak semua desa mengusulkan tambahan hingga batas akhir proses pendataan yang telah disosialisasikan melalui masing-masing Pemerintah Kecamatan dan Puskesmas.

Ia menjelaskan setelah dilakukan verifikasi data usulan tambahan peserta Jamkesmas periode 2013, data tersebut akan dilaporkan kepada Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Kementrian Kesehatan (Kemenkes), dan Pusat Pembiayaan Jaminan Kesehatan (P2JK). “Data yang sudah kami terima akan kami pilah secara prioritasnya terlebih dahulu sebelum kami kirim ke Pusat,” jelas Nurcholis.

Ia menambahkan, dari jumlah yang diperoleh dari pendataan ulang tersebut pihaknya masih akan memilah Gakin yang menjadi prioritas. Prioritas tersebut meliputi penderita kanker dengan kemoterapi, gagal ginjal dengan cuci darah , hydrocephalus, dan sakit jiwa kronis. “Tentu yang jadi prioritas adalah Gakin dengan kriteria yang telah diatur dalam Juknis (petunjuk teknis) program Jamkesmas,” ujarnya.

Sementara terkait data pengembalian kartu Jamkesmas yang tidak tepat sasaran, ia mengatakan saat ini pihaknya sudah menyampaikannya kepada pemerintah pusat. Hal tersebut meliputi peserta Jamkesmas yang telah meninggal dunia, warga dengan ekonomi menengah atas, anggota TNI/Polri, PNS, dan kartu Jamkesmas dengan alamat fiktif.

Angga Purnama