JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Puluhan Warga Diduga Keracunan Sup Gelantin

Puluhan Warga Diduga Keracunan Sup Gelantin

345
BAGIKAN
KERACUNAN- Korban keracunan, Mbah Binem (66), warga Dukuh Recosari, Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali Kota, tergolek di RS Aisyiah Singkil, Senin (4/3). Joglosemar|Ario Bhawono
KERACUNAN- Korban keracunan, Mbah Binem (66), warga Dukuh Recosari, Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali Kota, tergolek di RS Aisyiah Singkil, Senin (4/3). Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI – Keracunan massal usai hajatan kembali terjadi di Boyolali, Minggu (3/3).  Sebanyak 26 anak-anak dan orang dewasa warga Dukuh Recosari, Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali Kota mengalami keracunan. Sembilan di antaranya terpaksa harus rawat inap di RS PKU Aisyiah Singkil, Senin (4/3).

Dari informasi yang dihimpun Joglosemar, puluhan warga keracunan usai hajatan di rumah Sardi, warga Recosari yang tengah mantu, Minggu (3/3) siang. Usai hajatan, selang satu sampai tiga jam kemudian puluhan tamu mengalami diare, mual dan muntah, serta sakit kepala dan lemas. Sedikitnya tercatat 26 warga yang keracunan dan sebagian dilarikan ke RS PKU Aisyiah dan sebagian dirawat di Pos Kesehatan Desa (PKD) setempat.

Dari keterangan korban, mereka semuanya mengonsumsi sup gelantin yang disajikan saat hajatan. Sehingga diduga kuat penyebab keracunan berasal dari sup tersebut. Sementara masakan untuk hajatan, merupakan masakan salah satu katering dari Sukoharjo. Binem (66), salah satu korban yang dirawat di RS PKU Aisyiah menuturkan, usai pulang dari hajatan dirinya langsung merasa mual dan muntah-muntah. Setelah itu dia merasakan pusing yang amat sangat dan tubuh terasa lemas. “Saya muntah tiga kali, terus pusing dan lemas, sorenya langsung dibawa ke rumah sakit opname,” tutur Binem.

Siti Rohmana (39), korban lainnya mengatakan, dirinya juga merasa mual-mual dan pusing. Namun sakitnya dia tahan karena anaknya, Azama (4) mengalami gejala yang lebih parah dan muntah terus-terusan. Khawatir pada sang anak, dia kemudian membawa Azama ke rumah sakit untuk berobat. “Saya juga kliyeng-kliyeng, tapi cukup rawat jalan,” kata dia.

Suparman, korban lainnya menuturkan, banyak warga yang merasakan gejala yang sama. Warga menurut dia lantas mencari kelapa muda atau degan ijo dicampur sedikit garam, kemudian diminum untuk pengobatan dini. Namun bagi warga yang kondisi tubuhnya lemah, obat degan ijo tersebut tidak mempan.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Yulianto Prabowo membenarkan kejadian keracunan massal tersebut. Saat ini pihaknya masih menyelidiki penyebab keracunan yang diduga dari sup gelantin yang disajikan saat hajatan. Pihaknya juga menyatakan sudah mengambil sampel bahan-bahan makanan, utamanya sup gelantin, untuk diperiksa di laboratorium. “Korban sementara 26 orang dan kemungkinan bertambah, sembilan di antaranya rawat inap dan lainnya rawat jalan,” jelas Yulianto.

Yulianto mengatakan penyebab keracunan belum dapat dipastikan. Pasalnya, proses keracunan yang dialami warga terhitung cukup cepat yakni satu hingga tiga jam usai hajatan. Sementara untuk penanganan korban, selain dirawat di PKD dan RS Aisyiah,  Dinkes juga mendirikan pos kesehatan di RT setempat untuk mengantisipasi adanya korban lainnya.Sebelumnya, keracunan massal dengan korban lebih dari 200 orang menimpa warga Dukuh/Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak. Keracunan diduga akibat es buah. Ario Bhawono