JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Purnomo Wajib Lapor Harta ke KPK

Purnomo Wajib Lapor Harta ke KPK

300
Wakil Wali Kotasolo, Achmad Purnomo
Wakil Wali Kotasolo, Achmad Purnomo

BALAIKOTA- Sekda Pemkot Solo, Budi Suharto, mengatakan, Wakil Walikota (Wawali) Solo terpilih, Achmad Purnomo, wajib menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) ke KPK.

Purnomo wajib melaporkan kekayaannya itu ke Komisi Pemberantasan Korupsi, sebelum resmi mendapatkan SK sebagai Wawali Solo.Pemkot hanya menyerahkan berkasnya ke KPK. Selanjutnya dengan berkas tersebut, akan ditindak lanjuti KPK sendiri, dengan langsung terjun ke lapangan guna memastikan kebenarannya,”  ujar Budi, Kamis (28/2).

Laporan kekayaan Wawali ke Komisi Antirasuah itu penting, untuk menjaga kredibilitas pejabat Pemkot Solo.”Penyerahan LHKPN ini bukan sekarang. Tetapi pada saat beliau (Purnomo) akan dilantik,” katanya.

”Artinya kita tidak bermaksud, belum dilantik sudah diobok-obok. Bukan seperti itu tujuanya. Itu ketetapan dari Mendagri untuk menyerahkan LHKPN. Kalau sekarang dilakukan ya tidak etislah, karena baru tahapan pemilihan di Dewan,” paparnya.

Menurut Budi, kesiapan pelantikan Wawali sudah dilakukan Bagian Umum. Termasuk menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan kelengkapan tugas Wawali. Contoh, kantor, mobil dinas, meja, kursi, komputer hingga baju dinas pelantikan.

”Termasuk nantinya menyiapkan ajudan, driver, sekretaris pribadi (Sekpri), dan satu orang yang bertugas berjaga di rumah dinas Wawali. Total seluruhnya empat orang,” ucapnya.

Soal jadwal pelantikan Wawali, kata Budi, hanya Sekretaris Dewan (Sekwan) yang tahu. Karena usai pemilihan Wawali, ranahnya sudah ada di DPRD. ”Tapi sepengetahuan saya surat pelantikan kalau tidak Kamis (28/2) atau Jumat (1/3) dikirim ke Gubernur Jateng oleh DPRD. Waktu yang dibutuhkan mulai dari Provinsi Jateng sampai ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekitar tujuh hari,” paparnya.

Wakil Ketua DPRD Solo, Supriyanto, juga membenarkan, hasil paripurna pemilihan Wawali sudah dikirim ke Gubernur, kemarin. ”Siang tadi, Kamis (28/2) hasil pemilihan Wawali dan berkas administrasinya sudah dikirim ke Gubernur dan diteruskan ke Menteri Dalam Negeri,” paparnya. ”Berkasnya lengkap, saya sudah cek langsung. Ya seperti surat Pak Purnomo sudah tidak lagi menjadi PNS dan sudah pensiun,” katanya lagi. Muhammad Ismail | Ari Welianto

BAGIKAN