JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Puting Beliung Rusak 48 Rumah

Puting Beliung Rusak 48 Rumah

367
GOTONG- ROYONG -Warga Desa Methuk Kecamatan Mojosongo bergotong-royong memangkas pohon dan bambu yang ambruk diterjang angin puting beliung, Jumat (15/3). Joglosemar|Ario Bhawono
GOTONG- ROYONG -Warga Desa Methuk Kecamatan Mojosongo bergotong-royong memangkas pohon dan bambu yang ambruk diterjang angin puting beliung, Jumat (15/3).
Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI – Menyusul terjadinya angin puting beliung dan hujan es Kamis (14/3) petang, warga kemudian bergotong-royong membersihkan puing dan menebang pohon yang tumbang, Jumat (15/3).  Angin puting beliung Kamis (14/3) kemarin menerjang sejumlah desa di dua kecamatan, yakni Kecamatan Boyolali Kota dan Mojosongo.

Dari informasi yang dihimpun Joglosemar, sedikitnya 48 rumah warga yang rusak, lima di antaranya rusak berat dan dua rumah roboh akibat angin puting beliung tersebut. Rumah-rumah tersebut rusak karena tertimpa pohon yang tumbang. Dari data di Sandi dan Telekomunikasi(Santel) Setda Boyolali kerusakan rumah di Kecamatan Boyolali Kota, ada di Desa Mudal sebanyak 33 rumah dan di Desa Karanggeneng sebanyak empat rumah. Sedangkan di wilayah Kecamatan Mojosongo, Desa Methuk sebanyak 11 rumah rusak, Desa Ngargorejo satu rumah roboh dan di Desa Dlinggo ada dua rumah rusak berat.

“Akibat angin tersebut 25 pohon di dua kecamatan tumbang.  Kami sudah berkoordinasi dengan UPT DPU dan ESDM untuk membersihkan pohon-pohon yang menutup jalan,” ungkap  Suyitno, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDD) Boyolali. Selain oleh pihak terkait relawan PMI dan relawan DPC Gerindra juga membantu warga membersihkan puing dan juga memangkas pohon yang tumbang, Jumat (15/3) pagi.  Warjono, salah satu warga setempat, mengatakan sejumlah pohon besar tumbang, termasuk pohon besar yang ada di Sendang Waluyo Jati. Bahkan pohon tersebut menutup sendang yang biasa dimanfaatkan warga untuk keperluan mandi dan cuci pakaian. Karena sendang tertutup pohon, warga terpaksa mandi dan cuci pakaian di sungai.

Selain bergotong-royong menebang pohon, sejumlah warga juga memperbaiki atap rumah warga yang rusak diterjang angin. Menurut Warjono, warga yang mampu bisa membeli genteng yang baru, namun bagi warga yang pas-pasan, terpaksa membeli genteng bekas untuk memperbaiki atap rumah yang rusak.

Joko Mardiyanto, Sekretaris DPC Gerindra Boyolali mengatakan, pihaknya memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena bencana. Selain bantuan tenaga relawan, pihaknya juga membantu mesin gergaji untuk menebang pohon yang tumbang. “Pohon-pohon yang tumbang ukurannya cukup besar, sehingga perlu gergaji mesin,” ujar dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang dan hujan es menerpa sejumlah wilayah di Boyolali, yakni di Boyolali Kota dan Mojosongo, Kamis (14/3). Selain merusak rumah warga, pohon tumbang juga merusak jaringan kabel PLN dan telepon. Kerugian akibat bencana ini ditafsir mencapai jutaan rupiah.

Ario Bhawono

 

BAGIKAN