JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Ratusan Kios Pasar Tradisional Mangkrak

Ratusan Kios Pasar Tradisional Mangkrak

341
BAGIKAN
KIOS MANGKRAK—Sejumlah kios di Pasar Jungke di Karanganyar Kota terlihat tidak digunakan alias mangkrak sejak beberapa tahun terakhir. Foto diambil Kamis (14/3). Muhammad Ikhsan
KIOS MANGKRAK—Sejumlah kios di Pasar Jungke di Karanganyar Kota terlihat tidak digunakan alias mangkrak sejak beberapa tahun terakhir. Foto diambil Kamis (14/3). Muhammad Ikhsan

KARANGANYAR—Sedikitnya 170 kios di dua pasar tradisional yakni Pasar Tawangmangu dan Pasar Jungke di Karanganyar Kota mangkrak karena tidak ditempati para pedagang. Berdasarkan data di Komisi II DPRD Karanganyar, mangkraknya kios-kios itu sudah terbilang lama yakni ada yang sejak tahun 2008.

Menurut Sekretaris Komisi II DPRD Karanganyar, Suparmi, kios mangkrak dipastikan juga terjadi di sejumlah pasar tradisional lainnya. “Jumlah kios mangkrak sampai ratusan itu baru di dua pasar tradisional, yakni Pasat Tawangmangu dan Pasar Jungke. Di pasar tradisional lain dimungkinkan ada juga,” katanya, Kamis (14/3).

Ia menerangkan, untuk Pasar Tawangmangu, sejak tahun 2008 lalu terdapat 237 kios yang dapat digunakan oleh para pedagang. Namun dari jumlah tersebut, yang bisa digunakan sesuai fungsinya sekitar 50 persennya saja. “Kalau di Pasar Jungke, sedikitnya terdapat sekitar 60 kios yang tidak digunakan,” terang Suparmi.

Legislator dari Fraksi Partai Golkar tersebut menambahkan, pihaknya akan melanjutkan pendataan kios-kios pasar di sejumlah pasar lainnya yang terdapat di setiap kecamatan. “Dalam waktu dekat kami masih akan terus mendata. Kami akan mengawasi dan mengecek bangunan fisiknya nanti,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Karanganyar, Utomo Sidi mengatakan pada tahun ini pihaknya mendapatkan bantuan sebesar Rp 1 miliar untuk revitalisasi Pasar Jungke. Dana ini berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat.

Terkait waktu pengerjaan revitalisasi, Utomo belum bisa membeberkan karena sejauh ini masih dalam proses perencanaan. Disperindagkop pun masih harus membuat Detailed Engineering Design (DED) proyek tersebut bersama dengan pihak terkait. “Untuk waktunya belum bisa kami pastikan. Ini masih dalam tahap perencanaan, yang jelas tahun ini akan direvitalisasi,” terangnya.

Utomo menambahkan, pihaknya juga telah melakukan pendataan ke sejumlah pasar untuk memastikan jumlah kios yang telah digunakan dan tidak digunakan. “Kami saat ini juga masih mendata dan berusaha untuk menggali potensi serta melindungi keberadaan pasar tradisional,” kata Utomo. Muhammad Ikhsan