JOGLOSEMAR.CO Foto Ratusan Siswa Luncurkan Roket Air ke Udara

Ratusan Siswa Luncurkan Roket Air ke Udara

576

Memperingati Hari Tanpa Bayangan

Fenomena langka terjadi di halaman Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam. Apa saja yang terjadi di tempat itu hari Jumat (1/3) kemarin?

MENYAMBUT HARI TAPA BAYANGAN--Sejumlah siswi Pondok Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam bersiap menerbangkan roket saat mengikuti kegiatan Peluncura 1000 Roket Air di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam, Pabelan, Sukoharjo, Jumat (1/3). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Tanpa Bayangan. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
MENYAMBUT HARI TAPA BAYANGAN–Sejumlah siswi Pondok Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam bersiap menerbangkan roket saat mengikuti kegiatan Peluncura 1000 Roket Air di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam, Pabelan, Sukoharjo, Jumat (1/3). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Tanpa Bayangan. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

Hari Kamis (28/2) kemarin, Kota Solo menikmati fenomena tahunan hari tanpa bayangan. Hari tanpa bayangan ini hanya dialami dua kali dalam satu tahun. Biasanya jatuh pada tanggal 1 Maret dan 13 Oktober.

Selain di Solo, beberapa daerah di Jawa juga mengalami. Jika di Solo dapat dinikmati pada hari Kamis, di Semarang bisa dirasakan pada hari Jumat (1/3) kemarin. Sementara di Jepara baru dapat dialami hari Sabtu (2/3), sedangkan di Yogyakarta malah telah dirasakan pada Rabu (27/2).

Hilangnya bayangan sendiri dikarenakan matahari seolah-olah transit di atas bumi karena mengalami gerak semu harian dan tahunan. Hal itu membuat, bayangan akan menghilang di siang hari atau tepatnya pada pukul 11.49 WIB. Akan tetapi pada pagi hari maupun sore hari, bayangan tetap akan muncul kembali.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala UPT Laboratorium Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Pabelan, Sukoharjo, AR Sugeng Riyadi. “Sebenarnya bukan berarti bayangan kita hilang. Akan tetapi ini merupakan fenomena alam dimana matahari tepat berada di atas kepala kita, tepat pukul 11. 49 WIB,” ujar Sugeng kepada Joglosemar, Jumat (1/3).

Untuk memperingati hari tersebut, PPMI Assalaam sendiri menggelar peluncuran seribu roket di halaman Ponpes setempat. Dari sejumlah roket tersebut terdapat lima roket utama. Roket yang diluncurkan bukanlah roket serupa yang digunakan untuk perang, akan tetapi roket dari plastik yang berisi air.

Peluncuran sendiri disiapkan mulai pukul 7 pagi WIB. Usai para siswa PPMI Assalaam dari SD hingga SMA mempersiapkan roket yang berisi air itu, maka roket pun mulai diluncurkan. Seketika halaman PPMI Assalaam pun mengalami hujan roket.

Cara kinerja, roket tersebut melayang di udara diungkapkan oleh Sugeng, karena roket bekerja akibat dari gaya tekanan udara sehingga menyebabkan roket bisa meluncur. Itu semua karena ada air yang menahan tekanan udara yang ada di tabung roket. Begitu penahannya dilepaskan, maka air akan mendorong roket ke atas. Sebagai para meter yang menentukan tingginya roket bisa terbang adalah ketepatan mengisi air dalam tabung.

Untuk pembuatan roket sendiri, salah satu santri di PPMI Assalaam, Ardiaz Fitra menceritakan bahwa pembuatan tidak memerlukan waktu yang lama. Dalam seminggu, para santri di Ponpes itu mampu membuat seribu roket yang terbuat dari botol plastik kemasan air minum.

Kesulitan pembuatan roket sendiri, menurut Ardiaz saat membuat ujung roket dari kertas katon. Pasalnya harus menyamakan sisinya yang berbentuk kerucut seperti corong. “Bagian bawah untuk pemasangan pompa menggunakan pralon dengan bentuk segi empat selain rapi juga agar bisa berdiri. Untuk airnya ukuranya sepertiga dari botol minuman yang satu liter biar tinggi terbangnya,” katanya santri berusia 16 tahun itu sambil bermain roket.

Sementara Pimpinan Pondok PPMI Assalaam, Makruf Rohmad mengatakan kegiatan ini untuk melatih mental anak, juga sarana hiburan setelah belajar. Selain itu, juga mengubah pandangan terkait persepsi tentang pondok yang dikenal hanya berisi mengaji dan mengkaji kitab. “Ternyata di pondok juga ada kegiatan teknologi yang mengasyikkan seperti ini,” harapnya. Ahmad Yasin Abdullah

BAGIKAN