Regpac Langsung Pulangkan Smupi

Regpac Langsung Pulangkan Smupi

860
REGINA PACIS MENANG-Pertandingan DBL Regina Pacis melawan SMAN 7 yang berakhir dengan kemenangan Tim Bola Basket Putri Regina Pacis dengan skor 10-39 di Sritex Arena, Solo, Selasa (26/3). Joglosemar|Budi Arista Romadhoni
REGINA PACIS MENANG-Pertandingan DBL Regina Pacis melawan SMAN 7 yang berakhir dengan kemenangan Tim Bola Basket Putri Regina Pacis dengan skor 10-39 di Sritex Arena, Solo, Selasa (26/3). Joglosemar|Budi Arista Romadhoni

SOLO – Liga basket tingkat sekolah menengah atas (SMA), Development Basketball League (DBL) 2013 Central Java Series South Region mulai kembali digelar di GOR Sritex Arena Solo, Selasa (26/3). Dalam laga pembuka, tim juara bertahan basket putri Regina Pacis (Regpac) berhasil menang mudah atas tim putri SMAN 7 Solo (Smupi) dengan skor telak 39-10.

Mampu bermain imbang 3-3 di kuarter pertama, tim Regpac mulai menunjukkan dominasinya di kuarter kedua dengan unggul 6-4. Bahkan memasuki dua kuarter terakhir, tim Regpac makin meninggalkan Smupi dengan skor 20-4 di akhir kuarter tiga dan menutup kemenangan dengan unggul 39-10 di akhir kuarter empat.

Menanggapi hasil buruk yang dialami tim asuhannya, pelatih tim putri Smupi, Ademas N melihat keunggulan lawan dari fisik maupun skill. Selain itu upaya menutup alur bola tim lawan justru menjadi senjata makan tuan karena pemain justru tidak fokus menyerang. “Strategi yang saya terapkan memang untuk menutup lawan, tapi ternyata anak-anak malah terpaku menjaga lawan. Selain itu selama persiapan memang anak-anak jarang bisa berkumpul full team sehingga berpengaruh dalam kerja sama,” paparnya seusai pertandingan, Selasa (26/3).

Baca Juga :  Perenang Muda Kota Solo Pilih Konsentrasi ke Jakarta

Di lain pihak, pelatih tim putri Regpac, Wongso Suseno melihat meski berhasil unggul namun masih banyak kekurangan dari timnya, terutama dari sisi pertahanan. Di samping itu, menurutnya dalam dua kuarter awal anak-anak Regpac masih terlihat gugup sehingga tidak mampu memaksimalkan peluang shoot. “Anak-anak terlalu ingin cepat-cepat shooting. Evaluasi juga perlu dilakukan terutama dalam defend dan perlu ada pembenahan pola permainan,” ungkap Wongso.

Sementara itu, dari Communication Senior Manager DBL Indonesia, Yondang Tubangkit, melihat banyak yang berbeda dalam DBL tahun keempat di Kota Bengawan ini. Selain beberapa aturan baru yang disiapkan untuk mendukung pembinaan pemain, dari sisi peta kekuatan tim pun dipandang sangat berbeda.

Baca Juga :  Libas Persipur 4-0, Persis Solo Kembali ke Puncak Klasemen

“Karena pemain yang diperbolehkan turun hanya untuk kelas 1 dan 2, selain itu tidak boleh siswa pindahan ataupun siswa penerima beasiswa basket. Peluang semua tim pun kami lihat masih sama, sehingga masih sulit untuk memprediksi siapa-siapa yang akan lolos ke babak selanjutnya,” ujarnya.

Selain laga antara tim putri Regpac dengan Smupi, pada hari pertama gelaran DBL Seri Solo kemarin juga dipertandingkan laga antara tim basket putra SMAN 1 Solo dengan SMA Insan Cendekia Al Mujtaba Sukoharjo, serta antara SMAN 5 Solo melawan SMA St Yosef Solo dan SMK Mikael Solo melawan SMAN 2 Solo. Agni Vidya P

BAGIKAN