Remaja Lelaki Kemayu Bisa Jadi Penyimpangan Seksual

Remaja Lelaki Kemayu Bisa Jadi Penyimpangan Seksual

956
ilustrasi
ilustrasi

Tren atau perilaku remaja zaman sekarang semakin beragam. Meskipun tak semua perilaku remaja negatif tapi ada beberapa tren yang bisa menjadi hal merugikan di masa dewasa jika terus dibiarkan. Salah satunya tren yang tidak baik adalah  tren remaja laki-laki yang banyak meniru gaya perempuan. Jika hal ini dibiarkan hingga dewasa maka kebiasaan itu akan merugikan perkembangan jiwanya. Remaja lelaki yang mengikuti tren ini biasanya akan menirukan gaya berpakaian dan cara berbicara perempuan.

Psikolog Sekolah hebatku, Haryadi Nurwanto, S.Psi, Psi menjelaskan, perilaku kemayu pada remaja laki-laki jika dibiarkan akan berbahaya bagi masa depannya. Jika perilaku ini berlangsung terus menerus hingga dewasa, perilaku ini akan mempengaruhi mental dan kepribadiannya. Kondisi ini juga bisa semakin parah jika orang tersebut bergaul di lingkungan yang mendukung perlakunya dan tanpa edukasi agama yang benar. Bisa jadi perilaku ini akan mengarah pada penyimpangan seksual. “Awalnya memang cuma ikut tren teman, dengan gaya dan cara berpakaian, tetapi jika banyak faktor pendukungnya, maka bisa jadi akan terjadi disorientasi gender,” katanya kepada Joglosemar.

Dijelaskannya, perilaku lelaki meniru perempuan memang ada dua macam. Bisa jadi perilaku tersebut karena yang bersangkutan mengidap kelainan genetis sejak lahir. Tetapi bisa jadi perilaku tersebut karena pergaulan dan tren yang sedang diikuti. Jika penyebabnya karena genetis, maka perlu bantuan medis untuk menyelesaikan permasalahan itu. Namun, jika hal itu lantaran pergaulan, maka hal ini bisa dihindari sejak dini. “Kalau perilaku tersebut karena faktor genetis memang ini lebih sulit untuk disembuhkan. Tapi kalau penyimpangan tersebut karena pergaulan, suatu saat bisa hilang seiring pendewasaan diri,” ujarnya.

Masa remaja adalah masa transisi. Pada masa ini mereka masih memantapkan identitas diri, mulai membentuk diri ingin menjadi seperti apa dan menjadi seperti siapa. Apabila yang diidolakan remaja laki-laki adalah seorang yang bergaya perempuan, maka bisa jadi dia akan menirunya. “Masa inilah yang menentukan ingin seperti apa dirinya nanti, kalau idolanya kemayu maka dia bisa saja meniru idolanya itu,” katanya.

Celakanya, saat ini  banyak media yang justru menyuguhkan tayangan yang mendukung gaya cowok yang kemayu. Terkadang, remaja bisa salah mengartikannya dan menirunya sebagai gaya hidup sehari-hari. Biasanya, remaja akan meniru gaya idola yang dia anggap hebat. “Jika sudah dianggap hebat, maka bisa saja dia meniru berbagai gaya idolanya itu,” ujarnya.

Selain meniru idola, perilaku kemayu pada cowok juga bisa karena lingkungan dan tren teman-teman yang diikutinya. Perilaku itu dikondisikan oleh lingkungan. Bisa jadi dia bergaul dengan teman-teman yang juga mengikuti tren kemayu tersebut. Dia menjelaskan, seorang remaja butuh identitas dan ingin diterima oleh lingkungannya. Jika lingkungannya menghendaki dia berperilaku kemayu maka dia akan mengikutinya. Bisanya tren ini diikuti oleh dia dan teman-temannya dalam bergaul. “Remaja ini juga butuh diterima oleh lingkungannya, maka dia akan melakukan hal yang diinginkan lingkungan,” jelasnya.

Padahal, masa remaja adalah masa pencarian identitas diri. Sehingga, lingkungan yang dia masuki akan banyak berpengaruh pada kepribadiannya. Jika perilaku kemayu yang dia peroleh saat remaja, maka bukan tidak mungkin perilaku ini akan tetap dia bawa hingga memasuki usia dewasa dan menjadi karakter pribadinya. “Jika perilaku ini dijadikan gaya hidupnya, maka perilaku ini akan dibawa hingga dewasa dan mempengaruhi kepribadiannya,” tuturnya.

Dijelaskannya, perilaku lelaki kemayu memang saat ini muncul secara sporadis. Bahkan, perilaku kemayu ini seolah sudah bukan hal aneh lagi. Karena sesuatu yang tidak normal, jika dipertontonkan terus menerus maka akan menjadi biasa dan bisa saja disebut normal. “Lingkungan secara umum ternyata juga mengamini perilaku ini, karena sering diperlihatkan dan dipertontonkan perilaku ini bukan menjadi hal yang aneh lagi,” ujarnya.

Tetapi, perilaku kemayu ini tentunya akan membawa kerugian di masa dewasa nanti. Pada saat mencari pasangan hidup di kemudian hari, perilaku kemayu pada laki-laki ini cenderung akan sulit mendapatkan pendamping perempuan. Jika sudah demikian, maka bukan tidak mungkin, dia akan mencari pasangan sejenis. “Susahnya nanti jika dia akan membawa perilakunya hingga dewasa, dia akan sulit mencari pasangan,” tuturnya.

Bisa jadi, jika tidak segera dibenahi, perilaku kemayu ini bisa mengarah kepada perilaku penyimpangan seksual. Jika dia terus berada di lingkungan dan pergaulan yang mendukung perilaku kemayu ini, maka di akan terus berada di kehidupan itu. Perilaku kemayu ini, berkaitan dengan penyimpangan gender. Konsep mereka tentang jenis kelamin bisa jadi mengalami perubahan. “Bisa jadi dia akan cenderung suka kepada sesama jenis,” ujarnya. Tri Sulistiyani

BAGIKAN