Ribuan Kartu Jamkesmas Tak Tepat Sasaran Dikembalikan Ke Pusat

Ribuan Kartu Jamkesmas Tak Tepat Sasaran Dikembalikan Ke Pusat

306
Jamkesmas
Jamkesmas

KLATEN – Sebanyak 8.894 kartu peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dikembalikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten kepada pemerintah pusat. Ribuan kartu Jamkesmas tersebut merupakan kartu Jamkesmas yang tidak tepat sasaran.

Kepala Unit Pembiayaan Kesehatan Masyarakat Dinkes Klaten, Nurcholis Arif Budiman, mengatakan berdasarkan temuan di lapangan, pemilik kartu Jamkesmas tersebut didominasi warga Klaten yang telah meninggal dunia. Padahal, sesuai dengan Petunjuk dan Teknis (juknis) pendistribusian Jamkesmas telah diatur bahwa hak Jamkesmas warga yang telah meninggal dunia telah terputus dan tidak dapat diwariskan. “Jumlahnya Jamkesmas yang kami kembalikan karena penerima sudah meninggal  mencapai 4.548 warga,” paparnya kepada wartawan, Senin (18/3).

Selain warga yang telah meninggal dunia, juga ditemukan Jamkesmas yang warga penerimanya sudah pindah alamat, sebanyak 1.924 warga. Selain itu ada penerima Jamkesmas sebagai PNS sebanyak 83 warga, bukan kelompok miskin 71 warga, dan warga yang memiliki asuransi lain atau asuransi ganda sebanyak 2.268 warga. Menurutnya, dari temuan tersebut akan dilaporkan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Tim Nasional Pencegahan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). “Laporan akan disertai dengan pengembalian kartu peserta Jamkesmas yang ditemukan di lapangan,” kata dia.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Kelanjutan dari laporan tersebut pihaknya juga akan mengajukan peserta Jamkesmas tambahan yang pada periode 2013 tidak tercatat sebagai peserta Jamkesmas. Prioritasnya berupa pasien dengan penyakit yang masuk dalam tanggungan Jamkesmas. “Sebagai gantinya, kami akan mengajukan peserta Jamkesmas tambahan agar warga yang memerlukan Jamkesmas dapat terkaver,” jelasnya.

Selain menemukan Jamkesmas yang tidak tepat sasaran, pihaknya juga menemukan selisih data peserta Jamkesmas milik TNP2K  Kemitraan dengan Balai Pustaka. Selisih data tersebut mencapai 994 kartu. Menurut Nurcholis,  berdasarkan bukti terima dari Kemitraan Balai Pustaka jumlah penerima Jamkesmas di Kabupaten Klaten ada sekitar 556.935 kartu. Sedangkan data dari TNP2K sebanyak 557.929 kartu. “Data yang kami terima dari Kemitraan Balai Pustaka itu sudah resmi yakni ada 556.935 kartu. Namun data dari TNP2K yang berjumlah 557.929 kartu masih berupa lisan. Setelah kami melakukan penghitungan dari kedua data itu memang terjadi perbedaan angka, yakni selisih data sekitar 994 kartu. Untuk itu kami akan melakukan konfirmasi ulang ke TNP2K,” ujar Nurcholis.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Menanggapi mengenai tambahan Jamkesmas, Nurcholis mengatakan, data tambahan yang disampaikan para kepala desa di Klaten sudah dikirimkan ke TNP2K. Jumlahnya kurang lebih ada 80.000 orang atau atau rata-rata 200 orang perdesa. “Data usulan tambahan sekitar 80.000 orang itu sudah dikirim ke TNP2K pada 14 Februari 2013. Namun untuk keberhasilannya kami tidak bisa memastikan. Kami akan lebih memperjuangkan data pesarta Jamkesmas di tahun 2008 yang belum masuk,” imbuhnya. Angga Purnama

BAGIKAN