JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Ribuan Tenaga Honorer K2 Diujipublikkan

Ribuan Tenaga Honorer K2 Diujipublikkan

319

KLATEN – Sebanyak 2.627 tenaga honorer yang masuk dalam Kategori Dua (K2) di Kabupaten Klaten mulai diujipublik. Hal ini menyusul akan digelarnya perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2013.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Klaten, Cahyo Dwi Setyanta mengatakan, berkas dari 2.627 tenaga honorer K2 yang diuji publik sudah melalui verifikasi di Badan Kepegawaian Negara (BKN). Untuk kuota CPNS, BKD masih menunggu proses di Kementerian Pedayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN dan RB).

“Dengan uji publik ini masyarakat bisa mengawasi apakah honorer K2 itu benar-benar bekerja di sekolah yang dicantumkan apa tidak. Bila tak ada protes dari masyarakat maka tenaga honorer dalam daftar itu bisa mengikuti seleksi,” ujar Cahyo, saat diwawancarai wartawan, Rabu (27/3).

Cahyo menjelaskan, saat ini jumlah PNS di lingkungan Pemkab Klaten mencapai 14.760 orang. Menurutnya, tiap tahun terdapat sekitar 700 PNS yang pensiun. Banyaknya PNS yang pensiun tiap tahun, sehingga Klaten memiliki kekurangan PNS hingga mencapai 5.820 pegawai. Namun jumlah tersebut belum meliputi kebutuhan PNS di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik).                “Kekurangan PNS itu disebabkan karena selama dua tahun terakhir, Pemkab Klaten tidak diperbolehkan merekrut,” ujar Cahyo.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten, Pantoro mengatakan, perekrutan CPNS dari tenaga honorer K2 sepenuhnya menjadi kewenangan BKD. Kendati demikian, diakuinya, kekurangan jumlah PNS terbanyak di lingkup pendidikan. “Kebutuhan itu didominasi kebutuhan tenaga pengajar atau guru untuk tiap sekolah yang berada di bawah naungan Disdik,” paparnya.

BKD Klaten telah memasang daftar pengumuman di Kantor Disdik Klaten dan lingkungan Kantor Setda Klaten mulai Rabu (27/3). Sejak kemarin pagi, warga memadati pengumuman tersebut untuk melihat daftar tenaga honorer yang masuk dalam uji publik tersebut.

Angga Purnama

BAGIKAN