Ribuan Umat Hindu Padati Candi Prambanan

Ribuan Umat Hindu Padati Candi Prambanan

586

Menyucikan Diri sebelum Menyepi

TAWUR AGUNG - Umat Hindu mengarak Ogoh-ogoh dalam upacara Tawur Agung Kesanga yang digelar di kompleks Candi Prambanan, Senin (11/3). Upacara jelang Hari Raya Nyepi tersebut diikuti ribuan umat Hindu di Jateng dan DIY. Joglosemar/Angga Purnama
TAWUR AGUNG – Umat Hindu mengarak Ogoh-ogoh dalam upacara Tawur Agung Kesanga yang digelar di kompleks Candi Prambanan, Senin (11/3). Upacara jelang Hari Raya Nyepi tersebut diikuti ribuan umat Hindu di Jateng dan DIY. Joglosemar/Angga Purnama

Hujan gerimis terjadi di sekitar Kompleks Wisata Candi Prambanan, Senin (11/3) pagi kemarin. Namun guyuran air tersebut tak menyurutkan niat warga melaksanakan ritual di Candi Brahma, Siwa, dan Wisnu yang berada di kompleks candi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

Beberapa sesaji dari buah-buahan sudah dipersiapkan. Aroma harum dupa pun menyengat kompleks tersebut. Beberapa ogoh-ogoh diarak menuju lokasi upacara menambah semarak prosesi Tawur Agung Kesanga yang diikuti ribuan umat Hindu di Jawa Tengah dan Yogyakarta sejak Senin (11/3) pagi.

Ritual sehari menjelang Hari Raya Nyepi menyambut Tahun Baru Saka 1935 ini berlangsung khidmat meski gerimis terus memercik. Ritual diawali dengan pergelaran tarian Rejang untuk menyambut arak-arakan prosesi Mendak Tirta. Umat membawa tirta suci yang sebelumnya disemayamkan di Candi Syiwa, Brahma, dan Wisnu.

Di tengah kompleks Candi Prambanan dilakukan ritual pradaksina, yakni mengelilingi suatu tempat suci di tengah komplek candi peninggalan Hindu itu. Dipimpin seorang resi, puluhan umat Hindu membawa aneka sesajian dan mengelilingi candi searah jarum jam.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Prof. Putu Surya Dharma, salah satu tokoh umat Hindu mengatakan prosesi Tawur Agung Kesanga ini mengandung maksud membersihkan dan mewisuda bumi sebelum Hari Raya Nyepi. Saat puncak Nyepi, semua umat Hindu melakukan catur brata penyepian yakni amati geni, amati karya, amati lelungan dan amati lelanguan. “Tidak menyalakan api (nafsu), tidak melakukan kerja jasmani tapi menyucikan rohani, tidak bepergian melainkan mawas diri dan tidak mengobarkan kesenangan/hiburan, namun melakukan pemusatan pikiran terhadap sang Pencipta,” katanya.

Seusai doa bersama, umat Hindu menerima air suci yang dipercikkan oleh para resi. Pawai ogoh-ogoh berlangsung meriah. Umat Hindu juga menggelar arak-arakan membawa sembilan pusaka dewata, gunungan lanang-wadon, belasan ogoh-ogoh raksasa, hewan liar, dan berbagai makhluk lain sebagai simbolisasi sisi gelap manusia.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Menteri Agama Suryadharma Ali yang hadir dalam upacara ini berharap seluruh pemimpin umat menjadi teladan dalam kehidupan masyarakat. Suryadharma mengatakan kesadaran antar umat beragama sangat penting dalam membangun bangsa dan Negara. “Saya berharap perayaan Nyepi tahun ini yang mengusung tema ‘Dengan Persaudaraan Kita Bangun Kebersamaan’ secara nasional harus diimplentasikan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Sekretaris panitia upacara Agung Tawur Panca Kelud Yama Raja, Gusti Ngurah Putra mengatakan, ritual atau upacara di Candi Prambanan ini dipimpin oleh lima pendeta yakni, Ratu Bhagawan Putra Manuaba, Ida Pandita Sira Mpu Putra Giri Natha, Ida Pedanda Gede Sebali Tianyar Arimbara, Ida Pedanda Gede Purwa Gautama, dan Ida Pedanda Gde Putra Dalem Keniten. “Perayaan Nyepi di Yogyakarta ini mengambil tema Kanthi Luhuring Budi, Umat Hindu Memetri Budaya Nyudi Raharjaning Praja, yang berarti keluhuran budi, umat Hindu melestarikan budaya luhur guna pencapaian kesejahteraan bangsa,” katanya. Angga Purnama

BAGIKAN