Ribuan Umat Islam Padati Haul Habib Ali Al-Habsy Di Solo

Ribuan Umat Islam Padati Haul Habib Ali Al-Habsy Di Solo

967

Masak 1,5 Ton Beras, Potong 200 Kambing

Joglosemar/Abdullah Azzam HAUL SOLO - Ribuan jamaah berdoa bersama saat mengikuti Haul Solo 2013 di Masjid Riyadh, Pasar Kliwon, Solo, Minggu (3/3). terkait berita ronal
Joglosemar/Abdullah Azzam
HAUL SOLO – Ribuan jamaah berdoa bersama saat mengikuti Haul Solo 2013 di Masjid Riyadh, Pasar Kliwon, Solo, Minggu (3/3).

Semerbak aroma rempah, seolah memikat puluhan ribu umat Islam datang ke kompleks Masjid Ar-Riyadh, Pasar Kliwon, Solo, Minggu(3/3). Sebagian dari puluhan ribu umat Muslim itu sudah datang beberapa hari lalu.

Di kompleks masjid itulah, digelar Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsy, ulama terkenal asal Yaman, yang keturunannya berdakwah di Solo. Ada yang unik, dalam prosesi haul kemarin. Di saat para jemaah tampak letih, belasan pemuda pembawa piring-piring lebar berisi nasi warna kecokelatan muncul dari masjid.

Aroma nasi yang mereka bawa sangat khas. Di piring melamin berdiameter 60 sentimeter itu, selain menyuguhkan nasi juga terdapat kari daging kambing. Nasi rempah khas Timur Tengah yang dinamakan nasi kebuli itu, tidak hanya menyajikan daging kambing sebagai lauk, namun juga divariasikan dengan kari ayam.

Para jemaah setia menunggu santapan massal itu sembari mendengarkan siraman rohani di Jalan Kapten Mulyadi, hingga gang-gang kecil seputar Masjid Ar-Riyadh. Nasi kebuli beralaskan piring datar berbentuk bundar (talam) atau tabsi (talam besar) dibagikan, usai salat zuhur dijalankan.

Baca Juga :  Proyek Sekolah Satu Atap di Mojosongo Ditarget Rampung Desember

”Makan nasi kebuli bersama-sama membawa berkah. Selain untuk mengisi perut, satu sama lain dapat saling mengenal,” kata Hafid Asnawi, jemaah haul asal Kudus.

Pria ini menyantap nasi kebuli bersama dua orang jemaah lain. Meski keduanya tak dikenal Hafid, namun mereka terlihat akrab memperbincangkan segala sesuatu ketika menikmati nasi khas itu. Mereka asyik berbincang, mulai dari letihnya perjalanan menuju Solo, hingga rencana menginap di acara peringatan ke-101 tahun wafatnya tokoh penyebaran Islam itu.

”Para jemaah berasal dari berbagai daerah di Nusantara. Tidak hanya di Pulau Jawa. Bahkan asal luar negeri juga banyak. Dengan makan bersama ini menjadi ajang saling berkenalan dan menguatkan silaturahmi,” katanya.

Pengasuh salah satu pondok pesantren asal Kudus ini mengatakan, tak pernah absen menghadiri haul para tokoh penyebar Islam. Selain di Solo, dia juga memenghadirinya di beberapa tempat seperti di Gresik, Kudus, Malang dan Pasuruan. Masing-masing acara haul tersaji nasi kebuli bagi para jemaah.

Baca Juga :  Kedok Bandar Pil Koplo Asal Sragen Ini Terbongkar Gara-gara Kecelakaan di Jalan Raya Sukowati

”Ciri khasnya nasi kebuli. Namun di Solo lebih bervariasi dengan nasi kebuli lauk daging ayam. Makanan di Solo juga lebih beragam. Saya di sini sekaligus mencicipi masakan Solo yang terkenal cita rasanya,” ucapnya.

Riuh para jemaah menyantap nasi kebuli, menjadi pemandangan unik hamparan manusia berjubah putih. Tak ada persinggungan berarti kendati jatah nasi kebuli terbatas untuk bisa mengisi perut puluhan ribu jemaah.

Ketua Panitia Haul Habib Ali, Mustofa Mulahela, mengatakan para koki menanak 1,5 ton beras dan memotong 200 ekor kambing hanya untuk menyajikan santapan siang nasi kebuli, kemarin. Ratusan koki dilibatkan untuk menghidangkan menu khas haul itu.

”Tamu yang datang kami layani 24 jam. Sehingga dapur harus selalu menyediakan santapan. Untuk siang ini (kemarin), ada 1,5 ton beras yang dimasak nasi kebuli bagi puluhan ribu jemaah. Lima sampai enam orang makan di wadah yang sama. Harapannya mendatangkan barokah,” katanya.

Ronald Seger Prabowo

BAGIKAN