JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Rina: Ganti Rugi Proyek Jalan Layang Palur Belum Dipastikan

Rina: Ganti Rugi Proyek Jalan Layang Palur Belum Dipastikan

304
BAGIKAN

KARANGANYAR–Meski proyek jalan layang Palur dipastikan akan dilanjutkan tahun ini, namun besarnya ganti rugi belum bisa dipastikan. Sejauh ini Pemkab Karanganyar masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat terkait besarnya ganti rugi tanah warga yang terkena proyek.

“Saya tidak bisa memastikan berapa besaran ganti ruginya. Kami menunggu dari pusat dulu. Jika saya sampaikan sekarang, nanti kalau beda malah jadi masalah,” ungkap Bupati Karanganyar, Rina Iriani, Jumat (1/3). Ia juga mengaku belum mengetahui dana tersebut berasal dari mana.

Menurut Rina, jika nanti sumber dana untuk membayar ganti rugi berasal dari keuangan daerah seperti halnya yang sudah disiapkan Pemkab Sukoharjo, maka dana tersebut kemungkinan besar baru bisa dialokasikan di APBD perubahan. Hal ini nantinya tetap akan melihat kondisi keuangan daerah saat APBD perubahan disusun. “Kita lihat dulu APBD perubahan seperti apa nanti. Ini juga harus menunggu Juklak dan Juknis (petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis) dari pemerintah pusat, ganti ruginya itu seperti apa dan bagaimana mekanismenya,” jelasnya.

Proyek pembangunan jalan layang Palur sudah selesai tahap pertama pembangunan berupa pemasangan bore pile tiang pancang pada tahun 2012. Sejumlah pihak terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum, Bina Marga Jateng, serta Pemkab sudah menggelar sosialisasi kepada warga terkait rencana kelanjutan proyek tersebut pada Senin (25/2) lalu di kantor Kecamatan Jaten. Namun sosialisasi tersebut belum menyentuh besaran ganti rugi dan proses penghitungannya yang akan melibatkan tim penaksir independen.

Camat Jaten, Titik Umarni mengatakan sosialisasi yang digelar memang baru sebatas memberikan pemahaman kepada warga terkait mekanisme pembebasan tanah yang terkena proyek jalan layang tersebut.

Sementara itu, pimpinan pelaksana proyek jalan layang Palur, Tony Wilmar mengatakan belum dapat memastikan kapan pembangunan tahap kedua dilanjutkan karena masih menunggu izin prinsip dari Kementerian Keuangan. “Yang jelas proyek jalan layang Palur direncanakan menghabiskan masa pengerjaan selama 540 hari atau 18 bulan,” ujarnya. Muhammad Ikhsan