JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Rp 1 Miliar untuk Menjamu Tamu

Rp 1 Miliar untuk Menjamu Tamu

256
BAGIKAN

BALAIKOTA-Dana Rp 1 miliar dianggarkan untuk menjamu tamu Pemkot Solo. Jatah anggaran itu, berlaku untuk satu tahun.

Dana Rp 1 miliar untuk menjamu tamu itu, tersebar ke seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot. Kepala Bagian Umum Setda Solo, Suwarta, membenarkan jumlah anggaran jamuan tamu itu yang mencapai Rp 1 miliar.

Ia menganggap besaran dan jamuan tamu itu wajar. Suwarta lantas membandingkan anggaran jamuan tamu di Pemkot Solo dan pemerintah kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah pada tahun ini. ”Besaran anggaran jamuan tamu di Kota Semarang dan Surabaya mencapai Rp 5 miliar,” ujar Suwarta, Rabu (27/3).

Suwarta melanjutkan, untuk ukuran dana jamuan tamu di Kabupaten Eks Karesiden Surakarta, rata-rata antara Rp 1 miliar sampai Rp 3 miliar. Ia mengklaim, anggaran di Solo justru yang paling hemat. Padahal, yang paling sering dikunjungi tamu dari luar daerah dan luar negeri.

Dana jamuan tamu Rp 1 miliar pada tahun ini, sama jumlahnya dengan tahun anggaran 2012 lalu. ”Di tahun 2012, jumlah kunjungan tamu 10 kali setiap pekan. Layanan dengan klasifikasi VIP dan VVIP yang membedakan kualitas jamuan makan para tamu. Dipastikan di tahun 2013 ini, jumlah tamu lebih banyak, tapi pos anggaranya sama,” ucap Suwarta.

Menurut Suwarta, tamu Pemkot biasanya difokuskan di Kompleks Balaikota dan di Rumah Dinas Walikota, Loji Gandrung. Layananya pun dibatasi hanya makan dan minum. Untuk akomodasi lain, seperti transportasi dan penginapan, Pemkot tidak menjaminnya. ”Anggaran Rp1 miliar dijamin cukup untuk satu tahun. Tak perlu mengajukan tambahan di APBD-P 2013,” katanya.

Estimasi anggaran jamuan tamu Rp 1 miliar itu, masih menurut Suwarta, mempertimbangkan fluktuasi harga kebutuhan pokok saban tahunnya. Apalagi harga makanan yang dipatok pihak katering juga tergantung dari perubahan kondisi harga pangan di pasar.

Selain itu, jamuan makan dan minum tamu Pemkot, dikategorikan sebagai pengadaan barang dan jasa pemerintah. Sehingga mekanisme penunjukan langsung dan lelang menjadi metode baku. ”Kami sering memakai mekanisme penunjukan langsung, karena pagu anggaran jarang memenuhi syarat pengadaan lelang minimal Rp 200 juta,” katanya.

Sekretaris Daerah Pemkot Solo, Budi Suharto, mengaku anggaran Rp 1 miliar itu, masih realistis jika dibandingkan di Kota atau Kabupaten lain di Indonesia. Anggaran tersebut juga mempertimbangkan kualitas layanan jamuan para tamu yang diberikan Pemkot. ”Kebanyakan Pemkot mengunakan katering yang memiliki menu khas Kota Solo ketika ada tamu ke Solo,” kata Sekda Budi.

Muhammad Ismail