JOGLOSEMAR.CO Foto Rudy Beri Sinyal Bela Saripetojo

Rudy Beri Sinyal Bela Saripetojo

331
BAGIKAN

Terselip Toko, Bukan Masalah

saripetojo1
Proyek Hotel Grand Saripetojo

BALAIKOTA-Walikota Solo, Hadi Rudyatmo, memberi sinyal membela proyek Hotel Grand Saripetojo yang dilengkapi dengan pertokoan. Indikasinya, walikota menganggap keberadaan toko atau pasar modern di Saripetojo, bukan masalah.

Rudy–sapaan akrab walikota–, beralasan, proyek hotel dan pertokoan Saripetojo sudah ada lebih dulu, sebelum Perda nomor 5 tahun 2011 tentang penataan dan pembinaan pusat perbelanjaan dan toko modern disahkan Pemkot Solo.”Jadi, tidak masalah,” ujar Rudy, Rabu (6/3).

Ia mengatakan, keberadaan pasar modern di Saripetojo harus melihat dulu komoditi barang apa apa yang akan dijual di sana. Jika menjual produk Sembako, yang jelas dijul di pasar tradisional, maka, itu menyalahi aturan.

Kunci lolosnya proyek Saripetojo dilengkapi pasar modern, ternyata ada pada sisi waktu.”Jika pasar modern Saripetojo mengajukan izin sekarang, jelas tidak diperbolehkan. Karena Perda Pasar Modern sudah disahkan Pemkot,” kata walikota penerus Jokowi itu.

Walikota merinci kronologi waktu proyek Saripetojo. Menurutnya, Perda Pasar Modern ada pada tahun 2011. Sedangkan, izin pasar modern di Saripetojo sudah ada sejak 2010. Rudy bahkan mengklaim, keberadaan pasar modern di Saripetojo itu, tidak berdekatan dengan lokasi pasar tradisional seperti Pasar Purwosari dan Pasar Jogke.

Menurut Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Pemkot Solo, Eni Tyasni Suzana, proses pendirian Hotel Grand Saripetojo telah masuk tahap Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Saat ini, Perusda Citra Mandiri Jawa Tengah– pemilik aset Saripetojo–, sudah mengantongi Izin Pemanfaatan Ruang (IPR). ”Tahapan seperti IMB ini harus sudah dilakukan sebelum bangunan berdiri,” ujar Eni.

Pengelola aset Saripetojo, saat ini baru memenuhi syarat IPR. IMB belum mengurus. Untuk mengurus IMB, ada beberapa syarat. Seperti memiliki bangunan untuk parkir hotel dan penjabaran pemanfaatan lokasi hotel untuk apa saja.

”Lokasi pembangunan hotel berdekatan langsung dengan proyek underpass (jalur bawah tanah). Sehingga perlu disinkronkan, agar tidak terjadi persoalan di kemudian hari,” kata Eni lagi.

Adapun Ketua Komisi III DPRD Kota Solo, Honda Hendarto, minta Pemkot jeli dalam mengeluarkan izin proyek Hotel Grand Saripetojo. Ia mewanti-wanti, jika sampai di sana berdiri pasar modern, lebih baik izin ditolak.

”Dinas terkait yang berhubungan langsung dengan penerbitan izin Saripetojo harus jeli dan tidak sembarangan mengeluarkan izin,”  kata politisi PDIP itu. Muhammad Ismail