Sasaran 14 Bom Belum Diketahui

Sasaran 14 Bom Belum Diketahui

314
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA-Sedikitnya 14 bom ditemukan dalam penggerebekan di lokasi persembunyian kelompok perampok toko emas di Tambora, Jakarta Barat di Bekasi Timur. Diduga kelompok ini terkait dengan teroris pelaku bom Beji dan perampokan CIMB Niaga di Medan.

Temuan bom dan senjata api di lokasi cukup mengagetkan. Belum diketahui sasaran bom pipa yang dibuat pelaku. Apakah sebagai bagian alat untuk merampok atau untuk menyerang sasaran tertentu. Polisi menyebut pelaku merampok untuk fa’i alias mencari dana untuk kegiatan terorisme.

“Masih didalami Densus 88,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Aliyus saat dikonfirmasi, Sabtu (16/3).

Para pelaku ditangkap dalam serangkaian penggerebekan. Mulai dari Jakarta Utara hingga Bekasi, sejak Kamis (14/3) sampai Jumat (15/3). Dari penggerebekan tersebut, tiga terduga teroris ditembak mati.

Baca Juga :  Kepedulian Sido Muncul untuk Pariwisata, Jadikan Rawa Pening Destinasi Wisata Dunia

Sedangkan para tersangka diamankan Mabes Polri dan kasusnya diperiksa Densus 88. “Untuk kasus bom ini ditangani Densus pengembangannya,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Ansyaad Mbai mengatakan pelaku perampokan toko emas di Tambora terkait jaringan besar teroris di Indonesia. Mereka merampok toko emas untuk membiayai kegiatan teroris. “Iya itu terkait jaringan teroris lain. Satu orang dari yang ditangkap itu buronan perampokan CIMB Medan tahun lalu,” kata Ansyaad Mbai, saat dihubungi, Sabtu (16/3).

Ansyad mengatakan pelaku perampokan itu terkait dengan jaringan teroris yang telah melakukan serangkaian aksi teror di berbagai daerah di Indonesia. Mereka merampok toko emas untuk membiayai serangkaian aksi teror di Indonesia.

“Mereka terkait juga dengan kelompok Solo, Beji, Poso, Makassar. Mereka memang bagian jaringan besar,” ujarnya.

Baca Juga :  Kepedulian Sido Muncul untuk Pariwisata, Jadikan Rawa Pening Destinasi Wisata Dunia

Polisi membekuk kawanan perampok toko emas di Tambora, Jakbar. Para pelaku ditangkap di sebuah rumah di daerah Bekasi Timur. Diduga para pelaku bagian dari kelompok teroris. Polisi menemukan sejumlah bukti kuat.

Mereka diduga melakukan kegiatan perampokan untuk membiayai kegiatan teroris. Semangat untuk kegiatan terorisme ini disebut karena inspirasi dari buku-buku yang ditulis para pemimpin teroris. “Pimpinan teroris ini, terus menyerukan untuk berjihad dan memusuhi pemerintah, menyebarkan kebencian untuk pemerintah,” katanya.

Ansyaad mengatakan seruan jihad itu disebarkan oleh para pimpinan teroris melalui buku-buku. Para pemimpin teroris ini, meski dari penjara, tetap menulis buku untuk menyebarkan semangat terorisme. “Dalam penjara pun mereka ini terus bikin buku,” ujarnya.  

Detik

BAGIKAN