Satpol: 15 Minimarket Langar Aturan

Satpol: 15 Minimarket Langar Aturan

285
ilustrasi
ilustrasi

BALAIKOTA- Sebanyak 15 dari 49 minimarket yang ada di Kota Solo kedapatan melangar aturan, yakni buka 24 jam. Data itu, merupakan hasil inspeksi mendadak (Sidak) dari Selasa (5/3) hingga Rabu (6/3).

Kabid Penegakan Perundang-undangan dan Perda Satpol PP, Bambang Edi, mengatakan, 15 minimarket yang melanggar aturan itu didapat dari pantauan tujuh titik di Solo. ”Total minimarket di Kota Solo ada 49 dan dari jumlah tersebut ada 15 yang melangar,” ujar Bambang, Rabu (6/3).

Ia menilai ada yang tak beres dengan izin usaha minimarket itu. Buktinya, pengelola tak bisa menunjukkan Izin Usaha Toko Modern (IUTM) minimarketnya. Tanpa mengantongi IUTM, status minimarket itu hanyalah toko biasa, atau  di luar intervensi Perda nomor 5 tahun 2011 tentang Penataan dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

“Sidak yang menyasar toko jejaring Indomart dan Alfamaret itu, pada awalnya diasumsikan untuk menertibkan jam buka. Akan tetapi berkembang mengarah ke perizinan,” kata Bambang. Karena masalah lebih didominasi pada izin, Satpol PP kesulitan menjatuhkan sanksi.

Alhasil, para pemilik minimarket itu hanya diberi surat untuk datang ke kantor Satpol PP. Mereka akan diberikan sosialisasi soal Perda itu.”Belum dimilikinya IUTM menjadikan status toko modern itu tidak jelas. Alasan itu pula yang seolah-olah melegalkan untuk buka 24 jam,” imbuh dia.

Juru bicara Pasamuan Pedagang Pasar Tradisional (Papatsuta) Solo, Faizul Kirom, berharap Pemkot tidak memberikan izin bagi minimarket untuk buka 24 jam. ”Apapun itu, pasti ada dampaknya. Kecuali pasar modern berada dekat dengan stasiun dan rumah sakit, itu tak masalah,” paparnya.  Muhammad Ismail

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR