Satpol Diminta Hati-hati Tindak Minimarket

Satpol Diminta Hati-hati Tindak Minimarket

286
ilustrasi
ilustrasi

KARANGASEM-Ketua DPRD Solo, YF Sukasno, minta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) hati-hati sebelum menindak minimarket dengan mencopot pengumuman “Buka 24 Jam”.

Pasalnya, ada toko modern yang berdiri sebelum Perda 5/ 2011 yang melarang minimarket buka 24 jam itu ditetapkan. Namun, jika minimarket berdiri setelah ada Perda itu, maka pihaknya mendukung penertiban oleh Satpol PP.

“Satpol PP  harus cermat. Kalau toko modern ada sebelum Perda itu terbit, kan mereka tidak tahu. Pemkot wajib sosialisasi,” katanya, Selasa (19/3). Ia memahami, tugas Satpol PP memang menegakkan Perda. Tapi tindakan Satpol katanya, harus cermat, jangan serampangan.

Dalam waktu dekat, Dewan akan memanggil semua SKPD terkait dan Sekda. Tujuannya untuk memperjelas substansi Perda itu. Terlebih Perda itu dibuat Pemkot. Ia pun menyesalkan upaya Sekda yang ingin merevisi Perda tersebut. ”Masak mereka sendiri dengan dalih mengakomodasi masyarakat mengusulkan Perda mau direvisi,” katanya.

Ia menjelaskan, sejatinya minimarket boleh buka 24 jam di Solo. Tapi, syaratnya, harus ada izin dari  walikota. Selain itu, lokasinya tidak di perkampungan, melainkan di lokasi darurat seperti stasiun, terminal, rumah sakit, maupun SPBU.

”Nanti kan walikota akan mempertimbangkan banyak hal. Di mana izinnya itu akan dilihat dulu di mana lokasinya. jadi bukan berati itu tidak boleh semua,” paparnya. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Solo, Supriyanto, menyatakan, aturan jam operasional itu mengikat dan harus ditaati.

Dalam perda sudah diatur,  dan Pemkot seharusnya tidak melempar isu lain. ”Pemkot itu masih lemah dalam mengimplementasi Perda ini. Harusnya tegas tidak malah mau merevisi,” ujarnya. Supriyanto menambahkan, Dewan secepatnya akan mengagendakan pertemuan dengan Pemkot untuk membahas  masalah itu. ”Sejauh mana Pemkot itu menyosialisasikan Perda ini,” katanya. Ari Welianto

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR