JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri Satpol PP Tak Tegas, Panwaslu Layangkan Surat

Satpol PP Tak Tegas, Panwaslu Layangkan Surat

377
BAGIKAN
ATRIBUT KAMPANYE-Meski menyalahi aturan, sejumlah atribut kampanye Pilgub Jateng 2013 masih marak terpasang di sejumlah pohon di Wonogiri, Rabu (27/3).
ATRIBUT KAMPANYE-Meski menyalahi aturan, sejumlah atribut kampanye Pilgub Jateng 2013 masih marak terpasang di sejumlah pohon di Wonogiri, Rabu (27/3).

WONOGIRI-Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaslukab) Wonogiri akan melayangkan surat kepada pihak Satpol PP. Hal itu dilakukan, karena hingga kemarin Satpol PP tak juga melepas sejumlah reklame dan atribut Pilgub yang ditempelkan di sejumlah pohon. Padahal sudah jelas bahwa pemasangan itu menyalahi aturan.

“Sesuai Perda dan Perbup Nomor 22 Tahun 2006, pemasangan itu jelas salahi aturan. Dengan dipaku ke pohon. Selain sudah salahi aturan, tahapan kampanye pun saat ini belum dimulai. Tidak perlu menunggu kami atau meminta keterangan dulu kepada pemasang, langsung copot saja,” tandas Ketua Panwaslukab Wonogiri, Tulus Premana Edi, Rabu (27/3).

Untuk lebih meyakinkan pihak Satpol PP, kemarin pihak Panwaslukab membuat surat yang isinya menyatakan Satpol PP memiliki wewenang mencopot media informasi yang melanggar aturan. “Akan kami kirimkan besok (hari ini-red),” lanjut dia.

Sementara Kepala Satpol PP, Endrijo Rahardjo mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak Panwaslukab terlebih dulu. “Kami masih menunggu koordinasi dengan Panwaslu dulu. Kami masih ragu untuk mencopot atribut milik Parpol tersebut. Memang banyak yang melanggar aturan pemasangan, hampir 80 persen baik berupa spanduk, baliho, dan rontek,” terang Endrijo.

Selain dipaku di pohon, pelanggaran lain adalah dipasang di tiang listrik dan di taman kota. Ada pula yang dipasang melintang di jalan.

Sebelumnya, pihak Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Wonogiri juga mengatakan Satpol PP tidak perlu koordinasi, baik dengan KPUD maupun Panwaslukab. Asalkan melanggar Perda dan Perbup, sudah menjadi tugas pihak Pemkab untuk menertibkan.

Sementara itu, pihak Satpol PP Sukoharjo mencopot alat peraga bakal calon gubernur-wakil gubernur (Cagub-Cawagub), partai politik (Parpol), dan iklan produk tertentu. Kasi Pembinaan Satpol PP, Sutrisno menyebutkan langkah itu sebagai wujud penegakan Perda Nomor 63 Tahun 2012 tentang Pedoman Pemasangan Atribut Instansi Pemerintah, Parpol dan Ormas. Juga Perda Nomor 34 Tahun 2012 tentang Penyelenggara Reklame. “Razia kami lakukan di sepanjang jalur utama Wonogiri-Solo dari perbatasan Wonogiri di Desa Gupit, Nguter hingga Bulakrejo, Sukoharjo,” kata Sutrisno.

Semua alat peraga hasil razia langsung dibawa ke kantor Satpol. Oleh karena itu, Kepala Satpol PP, Sutarmo meminta kepada pemilik alat peraga untuk mengambilnya.

Terpisah, Ketua LSM Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup (MPLH) Sukoharjo, Wahyono meminta razia serupa juga dilakukan di 12 kecamatan se-Kabupaten Sukoharjo. Apalagi ia melihat banyak pohon yang ditempeli iklan atau alat peraga kampanye. “Hal-hal seperti itu merusak keindahan kota. Kami harap Satpol PP bisa melakukan penertiban ke semua kecamatan se-Sukoharjo,” katanya.

Eko Sudarsono | Murniati