JOGLOSEMAR.CO Hiburan Selebritis Sayang, Pihak Ketiga jadi Biangnya

Sayang, Pihak Ketiga jadi Biangnya

445
PENTAS TEATER - Salah satu adegan dari Komunitas Bersama Surakarta mementaskan cerita berjudul Sayang Ada Orang Lain karya Utuy Tatang Sontani di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah, Rabu (20/3) malam. Joglosemar/Abdullah Azzam
PENTAS TEATER – Salah satu adegan dari Komunitas Bersama Surakarta mementaskan cerita berjudul Sayang Ada Orang Lain karya Utuy Tatang Sontani di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah, Rabu (20/3) malam. Joglosemar/Abdullah Azzam

Tinggallah pasangan suami istri dalam gubuk yang sederhana. Adalah Suminto dan Mini namanya. Suminto menafkahi keluarganya dari perasan keringat sebagai buruh, sedangkan istrinya sebagai ibu rumah tangga. Tuntutan kebutuhan membuat pasangan ini harus hutang ke sana kemari. Meski demikian, hubungan keluarga sederhana ini tetap harmonis.

Tak diduga, Mini ternyata menjalin affair dengan Hamid, tak lain adalah tetangganya sendiri. Buruknya lagi, hubungan ini diketahui oleh Pak Haji. Sadar betul bahwa apa yang dilakukan Mini melanggar perintah agama, Pak Haji memberitahu kepada Suminto tentang perilaku istrinya.

Bisa ditebak, mendengar hal ini Suminto pun terkejut. Kemudian secara membabi buta Suminto mencaci maki Mini. Peristiwa pemukulan Suminto kepada Mini pun tak terelakkan. Hamid datang dan mencoba meleraikan kedua pasangan suami istri ini, namun Suminto malah mencoba menghakimi Hamid.

Bagi Hamid apa yang di lakukan Mini untuk menjual tubuhnya itu tak salah, karena cinta Mini kepada Minto, Mini rela melakukan apa saja demi mencukupi kebutuhan hidupnya. Setelah Suminto mencoba mendalami permasalahan dalam keluarganya, Suminto pun mencoba berpikir positif dan berdamai dengan Mini.

Namun di balik semua itu Suminto menyimpan rencana yang akan menghancurkan keluarga ini. Suminto akan pergi jauh meninggalkan Mini. Ia berjanji untuk memberikan suami yang lebih baik dari dirinya. Perasaan haru pun ada di tengah keluarga ini.

Cerita ini secara apik ditampilkan Komunitas Bersama (Kober) Surakarta yang terdiri dari kelompok teater pelajar Surakarta saat membawakan Sayang Ada Orang Lain karya Utuy Tatang Sontani tahun 1954, di Teater Arena TBJT, Solo, Rabu (20/3) malam. Dikonsep drama realis, pentas ini memang cukup menyedot perhatian. Selain itu setting yang digunakan juga menggunakan tahun 1960an, mulai dari perabot rumah yang memang terlihat jadul.

Orville Faiz mengatakan bahwa saat ini pelaku teater jarang sekali menampilkan cerita drama realis. Oleh sebab itu para penonton perlu di kenalkan drama Realis. “Kalau saya melihat saat ini karya kontemporer yang sering di angkat,” katanya.

Bukan hanya ingin memopulerkan drama realis, cerita berdurasi 90 menit ini juga menjadi refleksi kehidupan saat ini. Tak jarang ditemui, orang lain ikut campur dengan permasalahan keluarga. Pihak ketiga acap kali menjadi biang bubarnya hubungan rumah tangga yang berujung perceraian.

“Antara Hamid dan Pak Haji semua tidak ada yang salah. Karena dari sudut pandang agama Pak Haji ingin menerapkan ajaran agama. Sedangkan Hamid ingin membantu keluarga Suminto yang serba kekurangan. Jika semua harta sudah tak ada yang bisa dijual, apakah jalan pintas seperti itu salah untuk dilakukan. Sikap inilah yang perlu kita refleksikan,” tuturnya. Raditya Erwiyanto

BAGIKAN