JOGLOSEMAR.CO Lifestyle Kesehatan Sayangi Ginjal Anda

Sayangi Ginjal Anda

474
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

Ginjal (renal) adalah organ tubuh yang memiliki fungsi utama untuk menyaring dan membuang zat-zat sisa metabolisme tubuh dari darah. Ginjal juga menjadi penyeimbang cairan serta elektrolit dalam darah. Ginjal memproduksi bentuk aktif dari vitamin D yang mengatur penyerapan kalsium dan fosfor dari makanan sehingga membuat tulang menjadi kuat. Selain itu ginjal juga memproduksi hormon eritropoietin yang merangsang sumsum tulang untuk memproduksi sel darah merah, serta renin yang berfungsi mengatur volume darah dan tekanan darah. Begitu beragam fungsi organ tersebut dalam tubuh kita. Tetapi pada sebagian orang, karena pola hidup yang salah, justru merusak organ penting itu. Banyak kasus gagal ginjal menyerang yang kini tanpa pandang usia. Bahkan, mulai anak-anak hingga manula mengalami apa yang dinamakan gagal ginjal.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUI Kustati Surakarta, Dr Wachid Putranto, SpPD, FinaSim menjelaskan,  gagal ginjal adalah suatu kondisi di mana ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya secara normal. Pada kondisi normal ginjal menyaring zat-zat yang dibutuhkan tubuh yang bermanfaat akan diserap dan yang tidak bermanfaat akan dibuang sebagai sisa metabolisme. “Kalau ginjal normal ginjal akan menyaring bahan yang dibutuhkan dan membuang zat yang tak dibutuhkan,” ujarnya.

Pada kasus gagal ginjal fungsi tersebut terganggu sehingga terjadi penumpukan zat sisa makanan dan menjadi racun di dalam tubuh. Pada gagal ginjal akut terjadi penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba dalam waktu beberapa hari atau beberapa Minggu. Gagal ginjal ditandai dengan hasil pemeriksaan fungsi ginjal (ureum dan kreatinin darah) dan kadar urea nitrogen dalam darah yang meningkat. Sedangkan pada gagal ginjal kronis, penurunan fungsi ginjal terjadi secara perlahan-lahan. Proses penurunan fungsi ginjal dapat berlangsung terus selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun sampai ginjal tidak dapat berfungsi sama sekali (end stage renal disease).

Dijelaskannya, penyebab gagal ginjal bermacam macam. Salah satunya adalah Diabetes Mellitus (DM) tipe 1 dan tipe 2 yang tidak terkontrol dan menyebabkan nefropati diabetikum. Hampir 50 persen gagal ginjal akibat diabetes mellitus. Sedangkan penyebab lainnya antara lain, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, peradangan dan kerusakan pada glomerulus (glomerulonefritis), misalnya karena penyakit lupus atau pasca infeksi dan batu ginjal. “Di Indonesia penyebab gagal ginjal karena DM menempati urutan pertama,” katanya.

Selain itu, dia mengatakan, kerusakan ginjal ini terjadi antara lain dipicu oleh konsumsi makanan atau minuman tertentu. Seperti penggunaan obat obat-obatan tertentu dalam jangka lama atau penggunaan obat yang bersifat toksik terhadap ginjal. Makanan atau minuman yang mengandung pewarna, perasa maupun pengawet buatan jika dikonsumsi terus menerus juga akan memperberat kerja ginjal dan akhirnya bisa menyebabkan gagal ginjal. “Pengunaan obat-obatan anti nyeri yang beredar di pasaran jika dikonsumsi  terus menerus bisa memicu gagal ginjal, seperti obat untuk rematik itu,” jelasnya.

Dijelaskannya, gejala gagal ginjal stadium awal sangat sulit dideteksi karena tidak menimbulkan keluhan atau ciri-ciri yang jelas. Di rumah sakit, kasus gagal ginjal biasanya terdeteksi dengan pemeriksaan ureum dan kreatinin darah. Gejala yang berhubungan dengan gagal ginjal biasanya tidak khas, misalnya anoreksia, mual, muntah dan perubahan status mental yang disebabkan oleh penumpukan zat-zat sisa metabolisme tubuh khususnya urea serta pembengkakan tungkai atau bagian tubuh lain karena penumpukan cairan. “Pasien gagal ginjal ini selalu disertai dengan penurunan kadar Hb,” jelasnya.

Sedangkan pada gagal ginjal akut biasanya memberikan gejala rasa haus dan pusing saat perubahan posisi tubuh (ortostatik) karena penurunan tekanan darah, denyut nadi yang cepat, bibir kering, dan produksi keringat berkurang. Gagal ginjal akut karena penyakit pada ginjalnya sendiri dapat dicurigai jika sebelumnya terjadi kondisi yang menyebabkan aliran darah ke ginjal terganggu dan menyebabkan ginjal rusak. Jika kerusakan ginjal dicurigai karena bahan-bahan yang bersifat toksik terhadap ginjal, maka dapat ditelusuri riwayat penggunaan obat-obatan sebelumnya atau penyakit-penyakit yang dapat menghasilkan zat-zat berbahaya bagi ginjal. “Nyeri pinggang juga dapat menyertai jika gagal ginjal disebabkan kelainan pembuluh darah ginjal atau peradangan pada ginjal,” katanya.

Dokter Wachid mengatakan jika seseorang sudah mengalami gagal ginjal, maka ginjal tersebut tidak akan bisa diperbaiki lagi. Ginjal hanya bisa diperbaiki dengan transplantasi ginjal, dengan mencari donor ginjal yang cocok. Cara ini masih sangat jarang ditemui. Salah satu cara mempertahankan hidup dan menjaga kondisi tubuh pasien gagal ginjal adalah dengan melakukan hemodialisa atau cuci darah. Hemodialisis adalah terapi pengganti ginjal pada pasien gagal ginjal. “Kalau sudah gagal ginjal, ini tidak bisa diobati, ya harus transplantasi, tetapi ada cara mengganti fungsi ginjal ini yakni dengan hemodialisa,” ujarnya.

Hemodialisa adalah kebutuhan utama seorang pasien gagal ginjal. Hemodialisa membantu beberapa fungsi ginjal yang terganggu atau rusak saat ginjal tidak lagi mampu melaksanakannya. Hemodialisa membantu menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit pada tubuh, juga membantu mengekskresikan zat-zat sisa atau buangan. “Perlakuan hemodialisa pada pasien dengan gagal ginjal secara ideal sebaiknya dilakukan 2 atau 3 sesi seminggu dengan tiap sesi berlangsung selama kurang lebih 4 jam sampai 5 jam,” jelasnya. Tri Sulistiyani