JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional SBY Siap Dikritik, Pimpin Partai Demokrat Hingga 2015

SBY Siap Dikritik, Pimpin Partai Demokrat Hingga 2015

226
BAGIKAN
SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

SANUR—Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya ditetapkan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar Sabtu (30/3) di Sanur, Bali. Selanjutnya SBY diberi kewenangan untuk menyusun kepengurusan baru Demokrat. Elite Demokrat sendiri optimis langkah ini akan membantu mereka memenangkan Pemilu 2014.

SBY mengaku siap diserang berbagai kritikan menyusul dirinya yang terpilih menjadi nakhoda baru Partai Demokrat.  “Saya bersedia menjadi ketua umum dan bersedia diserang kritik,” ujar SBY dalam pidato politiknya Sabtu (30/3) malam.

Sebagai ketua umum, SBY berjanji akan berkonsolidasi dengan seluruh kader untuk bersama-sama memulihkan kondisi dan mengembalikan kejayaan Partai Demokrat. “Sebagai seorang pemimpin saya telah memutuskan biarlah saya dikritik dan diserang daripada Partai Demokrat tambah susah dan mendapat persoalan. Saya terima kritik ini dan kita akan berjuang bersama-sama saudara,” ujar SBY lantang disambut tepuk tangan riuh peserta KLB.

SBY terpilih secara aklamasi untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat hingga akhir periode kepengurusan pada Juni 2015. KLB Demokrat digelar menyusul pengunduran diri Anas Urbaningrum dari jabatan ketua umum pascapenetapannya sebagai tersangka korupsi proyek Hambalang.

Jajaran petinggi Demokrat mengaku puas dan optimis partainya mampu pulih dari keterpurukan dan memenangkan Pemilu 2014.  “Sebagai ikon partai, sudah pantas Susilo Bambang Yudhoyono turun langsung dan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat,” kata Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Heriyanto.

Heriyanto mengatakan pendaulatan SBY memenuhi aspirasi seluruh kader. Dengan dipimpin SBY, Heriyanto yakin elektabilitas PD menjelang Pemilu 2014 akan meningkat. “Kami menginginkan sekali Pak SBY memimpin dan menjadi ketua umum. Insya Allah, elektabilitas Demokrat meningkat dan pada Pemilu 2014 dapat menang kembali,” ujarnya.

Hariyanto juga meyakini SBY tetap akan bisa fokus mengurus negara meski jadi Ketum PD. Sudah disiapkan mekanisme dan sistem internal untuk membantu SBY. “Pasti beliau akan bisa mengatur waktu. Apalagi akan ada ketua harian untuk membantu Pak SBY bersama Sekjen dan wakil ketua umum,” tuturnya.

Senada dengan Heriyanto, Ketua DPP PD Roestanto juga menyambut baik terpilihnya SBY. Dia menyambut pendaulatan SBY dengan semangat. “Tentunya saya sebagai kader hanya ikut arahan saja apa kebijakan yang diambil ketua umum baru,” tutur Roestanto.

Dalam pidato politiknya, SBY kembali mengingatkan jajaran PD untuk memenuhi dua syarat yang diajukannya. Syarat pertama adalah jabatan ketua umum hanya sementara. SBY hanya akan bertahan selama maksimal dua tahun dan berencana mengakhiri di kongres tahun 2015 mendatang. “Setelah itu mari kita lihat kongres yang reguler sesuai siklus lima tahunan partai. Jadi saya siap melaksanakan tugas ini sampai maksimal dua tahun,” katanya.

Syarat kedua, SBY menegaskan tekadnya fokus menjalankan roda negara. Jadi akan menunjuk ketua harian untuk menjalankan tugas sehari-hari. “Saya akan tetap berkonsentrasi dan fokus waktu pikiran dan tenaga saya maka saya tidak akan menjalankan tugas sehari-hari PD. Oleh karena itu manajemen sehari-hari PD akan saya tugaskan ke pengurus harian DPP PD yang diketuai oleh ketua harian akan saya angkat,” katanya.

SBY ingin memastikan semua tugas ketua umum dijalankan ketua harian. “Pada hakikatnya hampir semua tugas Ketum dilaksanakan oleh pengurus harian yang dipimpin ketua harian. Hanya hal strategis yang diatur UU seperti pengusulan DCS Pemilu dan penetapan Capres dan Cawapres memang melibatkan ketua umum,” katanya.

SBY juga melepas tugas Ketua Majelis Tinggi dan Ketua Dewan Pembina PD ke wakil ketua majelis tinggi dan dewan pembina. “Dengan demikian tugas saya sebagai presiden tetap berjalan selama delapan tahun ini. Saya harap mesin partai tetap bekerja. Meskipun saya tidak terlibat di pekerjaan itu maka partai kita akan efektif berkaitan dengan tugas dan perannya,” katanya.

 

Ketua Harian

Sementara itu, ada belasan nama yang diusulkan untuk menjadi Ketua Harian Partai Demokrat. Mereka di antaranya Marzuki Alie , Syarief Hasan, Nurhayati Ali Assegaf, Jero Wacik, Jafar Hafsah dan lain sebagainya. Calon kuat Marzuki Alie, kemarin, mengisyarakatkan enggan mengisi jabatan ketua harian. “Yang jelas saya tidak akan ketua harian, karena tugas di DPR tidak bisa melakukan tugas harian,” kata Marzuki. Namun demikian Marzuki mendukung SBY mengambil jabatan Ketum PD.

Pada bagian lain, politisi PD lainnya, Jafar Hafsah meyakini SBY akan memilih figur ketua harian  yang tepat bagi partai. “Saya yakin Pak SBY dapat memilih siapa-siapa nama yang bisa membantu tugas dan fungsinya sebagai Ketua Umum,” kata Jafar yang menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat di MPR PD.

Jafar Hafsah sendiri merupakan salah satu kandidat ketua harian. “Saya baru tahu nama saya masuk, yang jelas semuanya kita serahkan kepada Pak SBY,” ujar mantan Dirjen Pangan Kementarian Pertanian ini. Mengenai SBY sebagai Ketum PD, Jafar menyambut baik. Dia meyakini PD akan lebih kompak di bawah kepemimpinan SBY.

Detik | Antara | Okezone