JOGLOSEMAR.CO Foto SBY Takut HMI

SBY Takut HMI

778

Pihak Istana beralasan hingga detik terakhir tidak ada jaminan bahwa kondisi akan kondusif bila presiden hadir. Padahal itu adalah hal mutlak.

KONGRES HMI XXVIII
KONGRES HMI XXVIII

JAKARTA–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono urung menghadiri Pembukaan Kongres HMI ke-28. Padahal di kongres-kongres sebelumnya, SBY selalu hadir. Kali ini, suasana politis yang terbawa dalam kongres dinilai kurang kondusif untuk kedatangan RI 1.

“Agar tidak mengganggu suasana kebersamaan kebatinan, dan menghormati Pak SBY sebagai kepala negara untuk tidak membuka kongres. Kalau datang dengan suasana kebatinan tidak kondusif maka tidak baik,” kata Ketua Dewan Penasihat KAHMI, Akbar Tandjung, usai pembukaan kongres di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (15/3).

Memang, dalam acara tersebut sesekali terdengar teriakan kader HMI yang menyinggung ketidakhadiran SBY. Akbar menyatakan, jika pun Presiden betul-betul datang, maka dirinya serta petinggi KAHMI akan menjaga kehormatan Presiden. “Kalau SBY datang pasti kami juga menjaga,” tuturnya.

Pihak Istana sendiri beralasan hingga detik terakhir tidak ada jaminan bahwa kondisi akan kondusif bila presiden hadir. Padahal itu adalah hal mutlak.

“Pada saat itu beliau menanyakan kepada menteri terkait bagaimana sebetulnya kondisi di dalam HMI. Beliau hanya ingin memastikan kondisinya kondusif untuk kongres berjalan dengan tertib. Minggu lalu presiden dilaporkan bahwa belum ada jaminan, kepastian bahwa kongres akan berjalan dengan tertib, lancar, yang mana itu menjadikan syarat bagi kepala negara,” kata juru bicara Presiden, Julian A Pasha di Kantor Presiden.

Kongres HMI dibuka pukul 09.00 WIB di Hotel Borobudur, Jakarta. Dari pemerintah hadir Mendikbud M Nuh. “Saya tegaskan ini bukan pembatalan dalam arti bahwa presiden ditolak, apalagi sampai ada pemberitaan yang menyebutkan presiden ditolak untuk hadir di kongres HMI 15 Maret hari ini (kemarin, red). Tidak seperti itu sesungguhnya,” tambah Julian.

Masih menurut Julian, di negara manapun hal yang lazim seorang presiden hadir dengan jaminan acara berlangsung kondusif. “Kita tahu sebelum ini Bapak Presiden juga hadir dalam kongres HMI sebelumnya. Semua berlangsung damai, tertib aman dan kondusif. Bahwa ada perbedaan pandangan di dalam HMI itu dinamika demokrasi. Kita harus hargai pendapat. Tapi kalau berubah jadi suatu yang tidak patut, ini yang harus kita hindari,” jelas Julian.

Julian menambahkan, jauh hari sebelumnya, presiden telah memutuskan tidak hadir untuk kali pertama dalam kongres HMI yang diselenggarakan tahun ini

“Kalau diberitakan kemudian bahwa presiden ditolak untuk hadir lalu tidak hadir, saya kira tidak benar. Kita tahu presiden menghadiri begitu banyak setiap ada undangan dari berbagai organisasi masyarakat, beliau selalu (menyempatkan) untuk hadir. Kenapa tahun ini Bapak Presiden tidak hadiri kongres itu karena alasan tadi. Meski demikian, beliau tetap berharap bahwa kongres berjalan tertib lancar meskipun ada dinamika di dalam,” tuntasnya.

Sementara itu, Majelis Etik Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Jusuf Kalla, mengimbau kader HMI proporsional menyikapi rekannya yang terjerat kasus hukum. Bahkan harus mengedepankan ketegasan dalam penegakan hukum.

“Sekiranya ada senior berbuat salah, maka kita harus bisa berbuat tegas. Tapi jika tidak, ya tidak. Janganlah kita membela senior secara emosional,” ujar JK.

Terkait persoalan hukum yang menimpa mantan Ketua HMI Anas Urbaningrum, JK sependapat dengan Akbar Tandjung yang menyatakan KAHMI hanya memberikan dukungan moril. “Kalau soal Anas, kita lihat sepenuhnya persepsi hukum dan lakukan proses hukum. Dalam persepsi kemanusiaan, tentu kita bersimpati,” kilahya.  Detik

BAGIKAN