JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional SBY Terpilih, Ibas Mundur dari Sekjen PD

SBY Terpilih, Ibas Mundur dari Sekjen PD

234
BAGIKAN
SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

DENPASAR–Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Bali yang digelar 30-31 Maret 2013 hampir bisa dipastikan akan selesai lebih cepat. Pasalnya, Susilo Bambang Yudhoyono, telah mengisyaratkan kesediaannya untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.

Jika ini disepakati bersama, maka Edhie Baskoro (Ibas) Yudhoyono kemungkinan akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekjen PD.

“SBY bersedia menjadi Ketua Umum Partai Demokrat asalkan jangan diganggu,” ungkap Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Jero Wacik, di Inna Grand Beach Bali Hotel, Sanur, Denpasar, Jumat (29/3).

Jero menjelaskan SBY tidak mau diganggu jika segala sesuatu dikaitkan dengan ketua umum. “Jangan sebentar-sebentar, urusan Ketum, nanti kan ada pengurus harian,” katanya.

Awalnya, Jero menjelaskan, SBY tidak bersedia menjadi ketua umum karena merangkap jabatan sebagai Presiden. “Sebetulnya, SBY tidak mau jadi karena kesibukan sebagai Presiden yang luar biasa, tetapi jika seluruh aspirasi DPC dan DPD menginginkan beliau, ya sudah toh hanya dua tahun,” bebernya.

Dia juga mengaku tidak ada faksi-faksi yang memecah belah suara. “Kami semua sudah kompak karena kami keluarga besar,” ucapnya. Dia mengatakan mayoritas DPC dan DPD sudah membulatkan suara memilih SBY menjadi ketua umum pada KLB.

Jika skenario ini terwujud, menurut Sekretaris Departemen Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum Partai Demokrat, Carrel Ticualu, maka Ibas Yudhoyono akan mengundurkan diri dari jabatannya. “Apabila Ketum baru sudah dipilih, maka Sekjen akan mundur,” ujar Carrel, dikutip Tempo.co.

Carrel belum bisa memastikan siapa yang akan menggantikan posisi Ibas sebagai Sekjen. Namun, ketua umum bisa memilih antara orang yang dekat dengan Marzuki Alie atau Anas Urbaningrum.

Menurut Carrel, jika SBY benar-benar menjadi ketua umum, hampir dipastikan akan ada ketua harian. Dia mengusulkan posisi ini diduduki oleh sosok yang dekat dengan semua kalangan di Demokrat. Salah satu orang yang ditunjuk oleh Carrel adalah anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok. “Pak Mubarok sosok yang pas,” kata dia.

Namun demikian Partai Demokrat tetap menyiapkan opsi lain apabila Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono tidak berkenan menjadi ketua umum.

“Tentu kami sudah persiapkan cluster kedua dan ketiga. Pak SBY kan cluster utama, kalau beliau berkenan maju, beliau cluster utama, kalau tidak berkenan, nanti ada cluster kedua dan ketiga itulah opsi yang sudah dipersiapkan oleh peserta,” terang Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta.

Hanya, politisi muda itu masih enggan menyebutkan siapa nama lain yang muncul atau disiapkan untuk maju menjadi ketua umum, apabila Ketua Dewan Pembina partai berlambang segitiga mercy itu tidak bersedia menjadi ketua umum.

Meski demikian Mudarta menyatakan, apabila terjadi opsi tersebut maka diperkirakan proses pemilihan akan alot melalui voting karena sebagian besar aspirasi kader di DPC dan DPD partai dengan warna biru itu menyatakan mendukung Yudhoyono sebagai ketua umum.

Sementara itu, dua kandidat ketua umum PD, Marzuki Alie dan Saan Mustopa menegaskan mereka mendukung SBY menjadi ketua umum PD. “Partai Demokrat membutuhkan figur ketua umum yang mampu membawa partai ini penuh kebersamaan dan saya melihat ada di Pak SBY. Kader-kader meyakini Pak SBY mampu membawa partai ini keluar dari persoalan,” tukas Saan.

Saan yakin SBY mampu mengemban tugas ketua umum meski sambil memimpin negara. Dia yakin tugas SBY memimpin PD tak akan mengganggu tugas di pemerintahan. “Tentu Pak SBY sudah memikirkan dan tidak akan mengganggu posisi Pak SBY sebagai presiden,” ucap Saan.

Antara | Tri Hatmodjo