JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar Sehari, Tiga Bencana Landa Karanganyar

Sehari, Tiga Bencana Landa Karanganyar

324
BAGIKAN
longsor
ilutrasi

KARANGANYAR–Tiga bencana hajar tiga titik di wilayah Karanganyar dalam satu malam, Senin (18/3). Bencana tersebut adalah kebakaran di Kecamatan Colomadu, puting beliung di Kecamatan Mojogedang, dan tanah longsor di Kecamatan Jenawi.

Informasi yang berhasil dihimpun, kebakaran di Colomadu tersebut menimpa dua buah ruko di Desa Gedongan sekitar pukul 23.30 WIB. Kedua ruko tersebut masing-masing milik Joko (45), warga Perumahan Gedongan dan Suyono (38), warga RT 4 RW IX Perumahan Fajar Gedongan.

Kebakaran tersebut pada awalnya diketahui oleh pemilik ruko yang letaknya di samping ruko korban, Panggih (41). Ia curiga saat mendengar suara seperti benda terbakar di bagian belakang ruko milik korban. “Awalnya saya lihat ke belakang, ternyata tidak ada apa-apa. Tapi pas saya berjalan ke depan lagi, tiba-tiba api sudah menjalar ke sisi depan bangunan. Saya langsung meminta pertolongan pada warga sekitar untuk memadamkan,” ujar Panggih ditemui di lokasi.

Untuk insiden puting beliung terjadi di RT 1 RW IX Dusun Sewurejo, Kecamatan Mojogedang sekitar pukul 16.30 WIB. Puting beliung tersebut sedikitnya merusak 13 rumah warga setempat karena terjadi selama hampir 15 menit. “Namun insiden tersebut tidak sampai merenggut korban jiwa,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto.

Sementara, untuk bencana tanah longsor terjadi di Dusun Plosorejo, Desa Lempong, Kecamatan Jenawi sekitar pukul 00.30 WIB. Tanah longsor tersebut menimpa rumah warga setempat, Mbok Wiji (63). Akibatnya, rumah tersebut mengalami kerusakan di beberapa bagian seperti dapur, kandang ternak, sebagian atap, dan kamar tidur. “Tanah longsor ini juga tidak sampai merenggut korban jiwa,” terang Heru.

BPBD menaksir kerugian materiil yang diderita untuk tiga bencana tersebut mencapai Rp 400 juta. “Kerugian terbesar terdapat di lokasi ruko yang terbakar, yakni mencapai Rp 300 juta. Dagangan berupa barang-barang kelontong ludes terbakar,” ungkap Heru.

Muhammad Ikhsan