Sektor Pertanian Harus Mampu Topang Perekonomian

Sektor Pertanian Harus Mampu Topang Perekonomian

320
ilustrasi
ilustrasi

KARANGANYA—Sektor pertanian di Kabupaten Karanganyar diharapkan dapat menopang pertumbuhan ekonomi di Bumi Intanpari. Sejauh ini potensi sektor pertanian belum dimanfaatkan secara maksimal, utamanya oleh pemerintah.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Juliyatmono, Jumat (22/3). Menurutnya, pemerintah harus mulai memikirkan pembangunan di sektor pertanian sebagai basis ekonomi masyarakat. “Pembangunan pertanian haruslah menggunakan pendekatan sistem untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menurut Juliyatmono, pengelolaan pertanian yang baik berpotensi mendorong berkembangnya sistem dan usaha agrobisnis yang berdaya saing. Selain itu pembangunan pertanian juga berbasis kerakyatan, berkelanjutan, dan terdesentralisasi. “Jadi sektor pertanian harus dapat digerakkan oleh masyarakat dengan difasilitasi pemerintah,” ujarnya.

Dijelaskan Juliyatmono, sektor pertanian sebagai salah satu sektor primer pertumbuhan ekonomi di Karanganyar memiliki potensi tinggi jika melihat luas wilayahnya. Dari 77.378,64 hektare luas wilayah Karanganyar, luas sawah mencapai 22.130,32 hektare, dan sisanya merupakan luas tanah kering. Sedangkan untuk luas sawah sendiri terdiri dari irigasi teknis 14.361,57 hektare, non teknis 6.229,28 hektare, dan tidak berpengairan 1.542,52 hektare.

“Dari jumlah yang dikelola segitu saja, tahun kemarin kita sudah surplus beras hingga 90.000 ton. Bagaimana jika lebih ditingkatkan pembangunan sektor pertaniannya? Pasti bisa lebih,” terangnya.

Lebih lanjut, Juliyatmono menerangkan pemerintah juga harus memikirkan aspek sumber daya manusia dalam pembangunan sektor pertanian. Sebab dari 17 kecamatan yang ada terdapat 1.067 kelompok tani dan 177 gabungan kelompok tani (Gapoktan). “Sumber daya manusia di sektor pertanian sangat besar, ini harusnya benar-benar disentuh, sehingga dapat menopang pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Karanganyar, Siti Maesyaroch mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan potensi pertanian, yakni dengan memetakan potensi lahan lestari yang dimiliki Karanganyar. “Jadi lahan-lahan persawahan itu benar-benar akan dijaga sehingga tidak boleh digunakan untuk kepentingan yang lain,” ungkapnya.

Muhammad Ikhsan

BAGIKAN