”Selamatkan Nyawa, Ketimbang Bangunan”

”Selamatkan Nyawa, Ketimbang Bangunan”

252
LABELISASI CAGAR BUDAYA--Suasana bangunan Benteng Vastenbur, Solo, Selasa (7/2). Meskipun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Registrasi Nasional Cagar Budaya belum selesai dibahas, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta siap melabeli ratusan cagar budaya yang tercatat di Solo. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
LABELISASI CAGAR BUDAYA–Suasana bangunan Benteng Vastenbur, Solo, Selasa (7/2). Meskipun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Registrasi Nasional Cagar Budaya belum selesai dibahas, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta siap melabeli ratusan cagar budaya yang tercatat di Solo. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Solo, ikut menentang rencana akuisisi aset Benteng Vastenburg dengan dana APBD Rp 40 miliar. Banggar menilai, urusan kesehatan warga Solo lebih prioritas dibantu APBD ketimbang untuk membeli aset benteng dari tangan swasta.

Anggota Banggar DPRD, Honda Hendarto, sejatinya mendukung Pemkot untuk mengambil alih aset benteng itu. Hanya saja, tidak memakai APBD. Sebaliknya, ia mendorong Pemkot memanfaatkan APBD untuk masalah krusial yang dirasakan publik secara langsung.

”Banyak program prioritas lain. Seperti relokasi warga bantaran Bengawan Solo yang hingga kini belum tuntas. Alangkah bijaknya alokasi Rp 40 miliar itu diprioritaskan untuk yang berkaitan dengan nyawa manusia,” ujar Honda, Senin (25/3).

Baca Juga :  Ratusan Siswa Sulap Sawah Kering di Seberang Kampus Unisri Jadi Lautan Merah Putih

Politisi PDIP itu berujar, seharusnya Pemkot berpikir ulang, mana program yang lebih prioritas dibantu APBD dan mana program yang tidak begitu prioritas.”Kalau saya jelas lebih memilih menyelamatkan nyawa, dibandingkan menyelamatkan bangunan,” katanya,

Sementara itu, Walikota Hadi Rudyatmo, mengatakan, segala kemungkinan untuk mengakuisisi benteng itu masih terbuka. Termasuk kemungkinan para pemilik aset kawasan benteng menghibahkan ke Pemkot. ”Jika seperti itu, tentu malah menghemat anggaran,” kata walikota.

Baca Juga :  Ada Proyek Sudetan Drainase Jalan Supomo, Ini Permintaan Khusus PT KAI

Lagi-lagi Rudyatmo menegaskan, usulan Rp 40 miliar dari APBD untuk membeli aset benteng itu baru sebatas usulan awal. ”Nilai itu bisa berkurang,” ucapnya.

Ketua DPRD, YF Sukasno, mengatakan, tidak mungkin Pemkot senidiran mengakuisisi aset benteng itu. ”Perlu konsultasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kami belum tahu pastinya berapa pemegang HGB di sana. Yang jelas memang aset itu harus diselamatkan,” paparnya. Muhammad Ismail | Ari Welianto

BAGIKAN