JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Internasional Senjata Kimia Diobral, 16 Tewas

Senjata Kimia Diobral, 16 Tewas

296
BAGIKAN
MEMATIKAN--Sejumlah petugas medis melakukan upaya penyelamatan terhadap seorang pria yang menjadi korban serangan senjata kimia di Kota Aleppo, Selasa (19/3). Serangan senjata mematikan ini menewaskan 16 orang dan melukai 86 lainnya. Reuters | George Ourfalian
MEMATIKAN–Sejumlah petugas medis melakukan upaya penyelamatan terhadap seorang pria yang menjadi korban serangan senjata kimia di Kota Aleppo, Selasa (19/3). Serangan senjata mematikan ini menewaskan 16 orang dan melukai 86 lainnya. Reuters | George Ourfalian

DAMASKUS—Dua kubu yang berseteru dalam perang saudara di Suriah mulai menggunakan senjata kimia. Akibatnya pun fatal, sebanyak 16 orang tewas, sementara 86 lainnya kritis.

Menteri Penerangan Suriah, Omran al-Zoabi, menuduh pihak pemberontak lah yang menembakkan senjata kimia di Provinsi Aleppo pada, Selasa (19/3). Zoabi mengatakan, Turki dan Qatar, yang mendukung pemberontak untuk menjatuhkan Presiden Bashar al-Assad, bertanggung jawab hukum, moral dan politik atas serangan itu.

Namun seorang komandan pemberontak Suriah membantah laporan Menteri Penerangan itu. Justru menurutnya, pemerintah yang menembakkan roket berisi senjata kimia itu dari Kota Khan al-Assal.

“Kami percaya mereka menembakkan sebuah rudal Scud dengan agen kimia. Kami baru menyadari bahwa rezim lalu membalik laporan ini dengan menuduh kami,” kata Qassim Saadeddine, juru bicara Dewan Militer Tinggi di Aleppo, seperti dikutip Vivanews dari Reuters. “Pemberontak bukan bagian dari serangan ini,” ucapnya menegaskan.

Negara-negara Barat sendiri telah lama memperingatkan Damaskus untuk tidak menggunakan senjata kimia. Mereka juga prihatin dengan cadangan senjata kimia yang kini dikuasai kelompok militan.  Tri Hatmodjo