JOGLOSEMAR.CO Foto Setelah 20 Rumah dan 3 SPBU, 4 Mobil Djoko Susilo Disita...

Setelah 20 Rumah dan 3 SPBU, 4 Mobil Djoko Susilo Disita KPK

303
BAGIKAN
Mobil Djoko Susilo disita KPK. Antara
Mobil Djoko Susilo disita KPK. Antara

JAKARTA – Ibarat gunung es, harta Irjen Djoko Susilo, tersangka kasus korupsi simulator SIM dan pencucian uang  ternyata ditemukan berserakan di mana-mana. Setelah properti dan SPBU, kini KPK menyita empat mobil milik mantan Kakorlantas Polri itu.

“Penyidik KPK telah menyita empat mobil yang diduga berkaitan dengan tersangka DS,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP, Selasa (12/3).

Menurut Johan, mobil tersebut masing-masing berjenis Jeep Wrangler, MPV Serena, Toyota Harrier dan Toyota Avanza.  Berdasarkan penelusuran tim penyidik KPK,  STNK empat mobil tersebut tidak diatasnamakan Irjen Djoko. Melainkan atas nama orang lain yang memiliki kaitan dengan Jenderal Bintang Dua itu.

Meski demikian, KPK tetap memiliki bukti permulaan yang cukup untuk memastikan empat mobil tersebut dibeli oleh Irjen Djoko.  Diduga, mobil-mobil tersebut sebagai salah satu sarana Djoko Susilo untuk mencuci uangnya.

Sebelumnya, KPK sudah menyita sedikitnya 20 properti milik Irjen Djoko berupa rumah serta tiga  SPBU. Beberapa harta tersebut tercatat milik Irjen Djoko dan istri-istrinya. Menurut Johan, pemasangan pelang sita tiga SPBU milik Djoko Susilo akan dilakukan, Rabu (13/3). Tiga SPBU tersebut beralamat di Jalan Kapuk Raya Jakarta Utara, Jalan Raya Ciawi, Bogor Jawa Barat dan di Kaliwungu, Semarang.

Di luar itu, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), seperti dikutip Tempo, bahkan telah memublikasikan temuannya, yakni sejumlah tanah dan rumah milik Djoko Susilo di kota kelahirannya, Madiun, yang diperkirakan senilai Rp 15 miliar.

Terkait harta tanah dan rumah Djoko Susilo di Madiun itu, setelah melakukan penelusuran selama satu bulan, MAKI Jawa Timur menyimpulkan nilai harta  Djoko Susilo di sana mencapai sekitar Rp 15 miliar.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) MAKI Jawa Timur, Komaryono mengatakan, pihaknya menemukan sertifikat hak milik (SHM) tanah Nomor 3248 di Kelurahan Kanigoro seluas 4.268 meter persegi, SHM tanah Nomor 3249 di Kelurahan Kanigoro  (4.262 meter persegi), SHM tanah Nomor 962 di Kelurahan Kanigoro  (1.090 meter persegi), SHM tanah Nomor 1529 di Kelurahan Oro-oro ombo dan SHM tanah Nomor 1955 di Kelurahan Kanigoro atas nama anak Djoko, Popy Pemialya.

“Kemudian ada dua rumah yang di Kelurahan Kanigoro masih atas nama saudara-saudaranya, tapi sudah dibangun dengan bagus oleh DS,” katanya.

Juga,  lanjut Komaryono,  salah satu rumah Djoko di Madiun di Jalan Ki Ageng Kebo Kanigoro RT 9 RW 2 Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Jawa Timur.  “Semua sudah kami laporkan ke KPK pada 27 Februari. Saat ini masih diverifikasi. Semoga cepat disita,” katanya.

Pada bagian lain, Direktur Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kementerian Keuangan, Askolani menyinyalir kasus simulator benar-benar menyalahi APBN. Ia menyatakan,  bahwa anggaran PNBP merupakan bagian dari APBN. Termasuk anggaran untuk pengadaan simulator SIM oleh Polri, merupakan bagian dari APBN, meskipun merupakan belanja PNBP.

“Intinya, PNBP itu merupakan bagian dari APBN, sehingga penggunaannya membutuhkan persetujuan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), bukan dari Kementerian Keuangan saja,” kata Askolani, sebagaimana dikutip Tempo, Selasa (12/3).

Sebelumnya, KPK memeriksa tiga anggota Komisi III DPR. Mereka adalah Bambang Soesatyo dan Aziz Syamsudin dari Fraksi Partai Golkar serta Herman Herry dari Fraksi PDIP. Mereka diperiksa karena sempat disebut M Nazaruddin ikut terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek simulator SIM. Saat itu, Bambang Soesatyo menegaskan, penggunaan dana Simulator oleh Polri tak perlu mendapat persetujuan dari DPR. *** Detik