Sidik: Seharusnya Ada Tiga IPAL di Bekonang terkait limbah ciu bekonang

Sidik: Seharusnya Ada Tiga IPAL di Bekonang terkait limbah ciu bekonang

514
limbah ciu
limbah ciu

SUKOHARJO- Komisi III DPRD mempertanyakan belum difungsikannya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) alkohol di Dukuh Sentul Desa Bekonang Kecamatan Mojolaban. Di sisi lain, wakil rakyat menilai, kebutuhan IPAL untuk industri alkohol harusnya tiga unit.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Sukoharjo, Rokhmad Sidik Pramana menyebutkan, saat ini Mojolaban memiliki satu unit IPAL. Instalasi itu dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2011 sebesar Rp 630 juta. “Nah, di sana itu sudah ada IPAL, kenapa belum bisa digunakan? Maka dari itu, kami akan menggelar hearing yang juga mengundang empat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD),” kata Sidik, Selasa (19/3).

Eksekutif yang dimaksudkan antara lain Dinas Pertanian (Distan), Badan Lingkungan Hidup (BLH), Satuan Polisi Palong Praja (Satpol PP), dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperndag). Sidik menjelaskan, IPAL tersebut memiliki kapasitas 40.000 meter kubik. Padahal dengan jumlah industri alkohol di sana, mereka mampu menghasilkan limbah sebanyak 70.000 meter kubik.

Melihat hal itu, politisi PKS itu mengatakan, butuh tiga IPAL untuk menampung limbah alkohol itu. “Harusnya ada tiga IPAL, dua unit di Sentul dan sisanya di desa lainnya, yakni Pranan Polokarto. Lha ini baru ada satu. Itu pun belum difungsikan,” ujarnya.

Berkaca dari masalah itu, besar kemungkinan jika badek atau limbah ciu tetap dialirkan ke selokan atau sungai. Hal ini karena para pengusaha alkohol sebagian besar belum memiliki IPAL sendiri. “Limbah harus tetap dibuang. Nah, ke mana limbah itu dibuang?” tanyanya.

Terkait kesepakatan pembayaran denda Rp 7 juta kepada pengusaha alkohol yang membuang badek ke selokan, dirinya mengaku tidak teraliasasi. Bahkan, kesepakatan itu sudah dilakukan beberapa kali, namun tetap saja tidak ada pembuktian.

Sementara Kapolres Sukoharjo AKBP Ade Sapari melalui Wakapolres, Kompol Amingga Meilana Primastito menyatakan,
lebih memperketat peredaran ciu di wilayah kerjanya. Pihaknya akan memaksimalkan pengawasan Satuan Intel di lapangan. Hasilnya, ada penyitaan puluhan liter ciu yang akan dibawa ke Ngawi, Jawa Timur. “Beberapa waktu lalu kami melakukan penangkapan seseorang yang membawa ciu ke Ngawi. Jumlahnya ada 30 liter dalam jeriken. Kami hanya menyita ciu, sedangkan pelakunya hanya kami bina,” kata Amingga.

Murniati

 

BAGIKAN