JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Silpa Fantastis Disorot Dewan

Silpa Fantastis Disorot Dewan

205
BAGIKAN

KARANGASEM-Nilai sisa lebih pengunaan anggaran (Silpa) 2012 yang fantastis, yakni mencapai Rp 202 miliar menjadi sorotan kalangan Dewan.

Pasalnya, belum ada penjelasan secara detail, mengenai besar Silpa tersebut.
Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Solo, Supriyanto, mengatakan, besarnya nilai Silpa itu tidak realities, karena sampai Rp 202 miliar. Apalagi, nilainya dipengaruhi perencanaan kegiatan yang tidak akurat.

”Jelas itu jadi pertanyaan kami. Ini berati Pemkot teleh menyia-nyiakan alokasi anggaran yang menjadi keputusan bersama. Kan program itu usulan dari Pemkot,” katanya, Rabu (27/3).

Ia menyebut, nilai Silpa yang fantastis itu, dampak dari perencanaan program Pemkot yang kurang matang. Ia mempertanyakan kinerja Pemkot dalam segi akuntabilitas. Ia mendesak Pemkot membeberkan detail asal usul Silpa yang menembus Rp 202 miliar itu.

”Itu harus dijelaskan ke DPRD secara detail. Ini yang kami cermati dan akan dijadikan rekomendasi ke Pemkot mengenai kinerjanya selama ini,” imbuh dia.

Hal senada juga disampaikan, Ketua Fraksi PAN, Umar Hasyim. Ia menyebut, capaian Silpa yang fantastis itu, baru pertama kali terjadi. Menurutnya,
perlu dilihat pencapaian kerja dan penggunaan anggaran selama ini apakah efisien atau tidak.

”Memang itu cukup besar, tapi kan perlu dilihat capaian kerjanya seperti apa. Apakah benar-benar naik atau memang efisien,” ujarnya. Jika capaian kerja belum ada yang efisien, pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 76 miliar yang diklaim sebagai penyumbang Silpa itu, belum bisa dikatakan sebagai prestasi.

Ia setuju, Pemkot perlu membeberkan secara detail asal-usul Silpa Rp 202 miliar itu. Ia minta Pemkot jangan bangga dulu dengan capain Silpa yang fantastis tersebut. ”Besaran Silpa ini harus bisa dijelaskan secara deatil dan rinci dari mana saja asalnya,” sambung dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Solo, YF Sukasno, menyatakan, besaran Silpa itu, tidak bisa serta-merta dipakai untuk berbagai kegiatan yang sebelumnya diusulkan walikota. ”Silpa itu posisinya sekarang di kas daerah (Kasda). Untuk penggunaannya tentunya melalui APBD Perubahan mendatang,” katanya.

Sukasno menambahakan, dengan tingginya Silpa ini, sangat memungkinkan dipakai untuk pengaspalan seluruh ruas jalan kampung di seluruh Solo , penyelesaian relokasi serta pembayaran utang ke Pusat Investasi Pemerintah (PIP). ”Tentunya usulan itu dibahas dalam APBD Perubahan untuk dimintai persetujuan,” pungkasnya.

Ari Welianto