JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Siswa Bakal Gratis Naik Jaladara

Siswa Bakal Gratis Naik Jaladara

237
BAGIKAN
Sepur Kluthuk Jaladara
Sepur Kluthuk Jaladara

BANJARSARI – Dinas Perhubungan Komunikasi Informatika (Dishubkominfo) Solo, berencana membebaskan biaya naik Kereta Uap Kuno Jaladara bagi para siswa sekolah pada momentum tertentu.

Selain memperkenalkan keunikan fasilitas di dalamnya, hal tersebut juga untuk meringankan beban anak sekolah yang berminat naik moda transportasi wisata saat libur sekolah. Kepala Dishubkominfo Solo, Yosca Herman Soedradjat, mengatakan, hingga saat ini pihaknya bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih mengkaji kemungkinan menggratiskan tarif Jaladara bagi siswa.

”Bagi para siswa sekolah baik itu setingkat Sekolah Dasar (SD) hingga SMA, bisa naik Jaladara secara gratis pada hari-hari tertentu. Saat ini, kita sedang membahas kemungkinan hal itu bersama PT KAI Daop VI Yogyakarta,” ujar dia, kepada Joglosemar, Senin (4/3).

Yosca menjelaskan, rencana itu bisa mengakomodasi para pelajar yang berhasrat ingin naik Jaladara tapi tak punya dana. Selama ini sudah ada permintaan dari sebagian masyarakat yang menanyakan apakah mungkin besaran tarifnya digratiskan bagi anak sekolah.

Soal tiket Jaladara yang dijual secara ritel, dia meyakini, ke depan bakal semakin diminati masyarakat. Khususnya kalangan wisatawan domestik dan mancanegara yang berlibur ke Solo.  ”Karena, tarif ritel seharga Rp50.000/orang/perjalanan itu sudah sangat terjangkau, jika dijual bagi turis yang berkunjung ke Kota Bengawan,” paparnya.

Menurutnya, mahal tidaknya tiket ritel Jaladara, bisa dilihat dari berbagai sisi.  Kalau untuk wisatawan, dia berujar, mungkin terbilang sangat murah. Karena memang, daya belinya sudah cukup baik. Tapi, kalau masyarakat umum menilai tarif Rp 50.000 itu cukup mahal.

Oleh karena itu, dia menyarankan, kepada masyarakat menengah ke bawah lebih baik naik Railbus Bathara Kresna saja. ”Jadi, Jaladara ke depan lebih diperuntukkan bagi wisatawan. Sedangkan, railbus untuk mengakomodasi keinginan wisatawan,” terangnya.

Dia melanjutkan,  jika ritel Jaladara dipatok Rp50.000/orang/perjalanan dan dirasa memberatkan bagi sebagian masyarakat, maka lebih baik naik railbus dengan Rp 20.000/orang/ perjalanan. Yang terpenting, dia melanjutkan, konsep operasional Jaladara tidak akan diubah. “Kami yakin, itu bisa menimbulkan multiplier  effect bagi masyarakat setempat,” imbuh dia.

Kendati demikian,  dia mengaku, tidak bisa merealisasikan perpanjangan rute Jaladara hingga ke Sukoharjo pada tahun ini. Jurusannya, maksimal dari Stasiun Purwosari-Sangkrah Pergi-Pulang (PP) setiap hari.  ”Nanti, kalau dijalankan sampai ke Sukoharjo mesinnya bisa jebol. Karena Jaladara itu tergolong kereta tua,” pungkasnya. Fariz Fardianto