JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Siswa SD Urug Jalan Provinsi

Siswa SD Urug Jalan Provinsi

426
PEDULI - Siswa dan siswi SDIT Annajah menimbun lubang jalan dengan tanah uruk di Desa Pandean Kecamatan Jatinom, Kamis (14/3). Aksi tersebut merupakan aksi kepedulian terhadap kerusakan jalan yang minim tersentuh perbaikan. Joglosemar/Angga Purnama
PEDULI – Siswa dan siswi SDIT Annajah menimbun lubang jalan dengan tanah uruk di Desa Pandean Kecamatan Jatinom, Kamis (14/3). Aksi tersebut merupakan aksi kepedulian terhadap kerusakan jalan yang minim tersentuh perbaikan. Joglosemar/Angga Purnama

KLATEN – Belasan siswa dan siswi Kelas 5 SDIT An Najah berhamburan di ruas Jalan Raya Jatinom-Boyolali, Kamis (14/3). Bersama-sama mereka menimbun permukaan jalan yang rusak dan berlubang di Desa Pandean Kecamatan Jatinom.

Aksi belasan siswa yang masih belia tersebut merupakan aksi kepedulian atas kondisi jalan yang menjadi jalur lintas antar kabupaten tersebut. Mereka menimbun permukaan jalan dengan tanah uruk yang mereka beli dengan menyisihkan uang saku mereka sehari-hari. Dengan diawasi oleh beberapa guru, para siswa itu begitu semangat melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh orang dewasa tersebut.

Salah satu siswi, Alifah Syafaa Nabila, mengaku sangat senang melakukan kegiatan tersebut karena dapat membantu orang lain. Menurutnya, dengan menguruk jalan yang berlubang akan membuat menggunakan jalan lebih nyaman saat melintas. “Kalau tidak diuruk, lubangnya akan mengganggu warga yang akan menggunakan jalan ini. Nanti banyak yang jatuh kalau banyak lubang,” papar bocah 10 tahun itu dengan polosnya.

Triyanto, salah satu pengawas siswa, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan nilai kepedulian siswa kepada sesama dan kepada lingkungan tempat tinggalnya. Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut siswa akan lebih menghargai dan ikut menjaga keberadaan fasilitas umum seperti jalan lintas antar kabupaten itu. “Ketika siswa belajar memperbaiki fasilitas milik umum yang dimanfaatkan orang banyak, siswa akan belajar menjaga fasilitas umum yang dibiayai melalui uang rakyat ini,” jelas Ketua Rumah Sabilillah SDIT An Najah itu kepada wartawan.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak empat truk tanah uruk digunakan untuk menimbun jalan yang berlubang sepanjang lima kilometer di Desa Pandean. Turut andil dalam kegiatan tersebut jajaran Muspika Jatinom. Sementara itu, Camat Jatinom, Anang Widjatmoko yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh siswa yang masih belia itu. Menurutnya, apa yang telah dilakukan siswa yang masih duduk di bangku Kelas 5 sekolah dasar itu seharusnya dapat menjadi kritik bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng.

Hal ini lantaran tanggung jawab perbaikan dan perawatan jalur lintas antar kabupaten tersebut sepenuhnya dipegang oleh Pemprov Jateng. “Kami sudah mengusulkan perbaikan. Namun hingga saat ini belum juga ada tanggapan dari pihak provinsi. Pemkab Klaten tidak berwenang dalam masalah ini,” paparnya. Angga Purnama

BAGIKAN