JOGLOSEMAR.CO Foto Siswi SMP Dicabuli Hingga Keguguran

Siswi SMP Dicabuli Hingga Keguguran

670
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN– Aksi tindak kekerasan asusila terhadap pelajar di bawah umur di Kabupaten Sragen semakin memprihatinkan. Setelah diguncang kasus siswi SMK yang melahirkan di lokasi magang, kali ini seorang siswi SMP asal Sambungmacan menjadi korban pencabulan hingga hamil.

Tragisnya, kehamilan siswi berusia 14 tahun berinsial RM asal Dukuh Drojo, Sambungmacan itu terbongkar ketika dia mengalami pendarahan akibat keguguran, Jumat (15/3) kemarin. Insiden keguguran itu diketahui saat korban yang masih belia itu dilarikan ke Rumah Sakit Restu Ibu, Pilangsari, Ngrampal. Di tempat itu setelah ditangani dokter dan perawat baru diketahu kalau RM yang berasal dari  Dukuh Drojo, Sambungmacan tersebut ternyata mengalami pendarahan akibat keguguran.

Kemudian pihak rumah sakit memberitahukan hal tersebut kepada pihak keluarga. Begitu mendapat kabar, kedua orangtua korban pun bagaikan disambar petir. Keduanya langsung menuju rumah sakit dan menanyakan kepada korban tentang siapa laki-laki yang telah menghamilinya. Semula korban berusaha menyembunyikan, tetapi setelah didesak akhirnya dia menceritakan kejadian yang telah merenggut kegadisannya tersebut.

Menurut penuturan korban dirinya telah dicabuli oleh Setyo Wahono alias Mul (25) yang masih termasuk tetangga sendiri di Dukuh Drojo, Sambungmacan, Sragen. Korban mengaku telah dicabuli oleh pelaku hingga tiga kali yang dilakukan di rumah pelaku. Korban dicabuli terakhir sekitar bulan November 2012 sekitar pukul 20.00 WIB. Sayangnya korban tidak ingat hari dan tanggal saat perbuatan bejat itu dilakukan.

“Dari kejadian itu, keluarga korban akhirnya melaporkan ke polisi. Setelah diselidiki, korban mengaku telah disetubuhi oleh terlapor sebanyak tiga kali di rumah terlapor,” kata Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Sri Wahyuni, mewakili Kapolres AKBP Susetio Cahyadi, Jumat (15/3).

Kepada wartawan Sri belum bisa menjelaskan lebih jauh dugaan kasus pencabulan anak di bawah umur tersebut. Namun dia memastikan petugas dari Unit PPA Sat Reskrim Polres Sragen tengah menyelidiki secara intensif. “Kasusnya masih kita dalami, identitas terlapor juga sudah kita kantongi,” pungkasnya. Wardoyo

BAGIKAN