JOGLOSEMAR.CO Foto Sketsa Wajah Mayat Pucangan Disebar

Sketsa Wajah Mayat Pucangan Disebar

460
BAGIKAN
SKETSA KORBAN- Petugas sedang menempel sketsa wajah korban pembunuhan disertai pembakaran di Mapolsek Kartasura, Sukoharjo, Jumat (1/3).  Joglosemar/ Murniati
SKETSA KORBAN- Petugas sedang menempel sketsa wajah korban pembunuhan disertai pembakaran di Mapolsek Kartasura, Sukoharjo, Jumat (1/3). Joglosemar/ Murniati

SUKOHARJO- Polres Sukoharjo menyebar sketsa wajah korban pembunuhan disertai pembakaran, yang dibuang di Dukuh Gandikan RT 2/ RW IV, Pucangan, Kartasura, Jumat (25/1) lalu. Langkah itu dilakukan untuk mengungkap identitas korban dan motif pembunuhan itu.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Ade Sapari melalui Kasat Reskrim, AKP Andis Arfan Tofani mengatakan, selama ini pihaknya kesulitan dalam mengungkap identitas korban. Selain karena wajah dan sidik jarinya rusak karena terbakar, Polisi tidak menerima laporan warga yang kehilangan anggota keluarganya dan cocok dengan hasil autopsi korban.

Untuk itulah, pihaknya membuat sketsa wajah korban dan menyebarkannya ke sejumlah lokasi. “Kami sudah membuat sketsa wajah korban. Sementara ini, kami menempel di Mapolsek Kartasura dulu,” kata Andis, Jumat (1/2).

Dalam sketsa yang dibuat itu, terlihat korban memiliki ciri rambut pendek lurus sedikit ikal, dan postur tubuh sekitar 154 sentimeter, usia diperkirakan 18-22 tahun dan memiliki berat badan 45 kilogram. Penempelan itu diharapkan bisa mempercepat pengungkapan identitas korban yang telah dimakamkan itu. “Dengan begitu, masyarakat yang merasa mengenal sketsa itu pastinya akan melapor. Dari situ akan ada titik terang terkait identitas dan motof pembunuhan itu,” kata dia.

Pihaknya pun akan menempelkan sketsa wajah itu di semua Mapolsek se-Sukoharjo dan di tempat-tempat strategis. “Ya seperti kelurahan-kelurahan yang ada di Kabupaten Sukoharjo. Kami yakin langkah ini bisa mengungkap identitas korban,” ujar Andis.

Sementara itu, Kapolsek Kartasura, AKP Kemas Indra Negara membenarkan telah menempel sketsa wajah korban. Sketsa itu sendiri dibuat oleh ahli sketsa yang selama ini membuat sketsa wajah para pelaku teror. Dikatakan Kemas, pembuatan itu berbekal pada hasil autopsi pihak forensi RSUD Dr Moewardi Solo. “Selain autopsi, kami juga menggunakan keterangan dari saksi-saksi yang menemukan korban pertama kali di persawahan saat itu. Dengan begitu, sketsa itu dimungkinkan hampir sama dengan wajah asli,” kata dia.

Pihaknya berharap informasi mengenai sketsa itu bisa tersebar dengan cepat, sehingga kasus pembunuhan sadis ini bisa secepatnya terungkap. “Bagi warga yang mengenal perempuan yang ada di sketsa itu, kami harap segera melapor ke pihak kepolisian,” ujar dia. Murniati