JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Slamet Riyadi Menuju Level Macet

Slamet Riyadi Menuju Level Macet

438
BAGIKAN
KAJIAN PENINGKATAN LEVEL-Kondisi arus lalu lintas Jalan Slamet Riyadi, Rabu (13/3). Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam waktu dekat berencana menaikan level Jl Slamet Riyadi dari level C (lancar) menjadi D (macet). Joglosemar/Yuhan Perdana
KAJIAN PENINGKATAN LEVEL-Kondisi arus lalu lintas Jalan Slamet Riyadi, Rabu (13/3). Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dalam waktu dekat berencana menaikan level Jl Slamet Riyadi dari level C (lancar) menjadi D (macet). Joglosemar/Yuhan Perdana

PASAR KLIWON- Pemkot Solo dalam waktu dekat akan menaikkan level Jalan Slamet Riyadi dari level C (lancar) menjadi D (macet). Kajian peningkatan level itu sebenarnya sudah direncanakan setahun lalu.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Sri Baskoro, mengatakan, level Jalan Slamet Riyadi saat ini masuk pada level C. Yaitu, lancar dan dimungkinkan ke depan, levelnya akan naik menjadi D, yaitu macet.

Rencana peningkatan level itu, menyusul menurunnya kinerja atau level of service (LOS) akibat sering terjadinya kemacetan. ”Mengenai kenaikan itu (level Jalan Slamet Riyadi), dalam waktu dekat akan kita bahas kembali. Karena kita masih fokus pada lomba kawasan tertib lalu lintas,” katanya, kepada Joglosemar, Rabu (13/3).

Baskoro mengakui, kondisi Jalan Slamet Riyadi saat ini sudah cukup padat. Menyusul peningkatan jumlah kendaraan dan berkembangnya perekonomian di Kota Solo. Imbasnya, arus lalu lintas mulai macet.

”Peningkatan jumlah kendaraan, baik roda dua maupun roda empat memang cukup tinggi dalam setahun ini yaitu di angka 12 persen. Indikator kemacetan menyentuh 36 persen,” paparnya.

Dia menjelaskan, proses peningkatan level jalan itu, harus melewati beberapa proses yang lama. Salah satunya, tahapan survei perkembangan kondisi Jalan Slamet Riyadi saban harinya. Selain itu, pihaknya juga melihat dinamika lalu lintas yang terus berubah.

”Kita survei kondisi hari biasa seperti apa, dan hari libur seperti apa. Kita tidak bekerja sendirian, nanti ada konsultan yang menangani itu. Dulu pernah dilakukan survei oleh konsultan, namun tiga tahun lalu. Sudah basi,” ucapnya.

Di sisi lain, kata Baskoro, masyarakat hendaknya juga mengubah pola pikir terhadap sarana transportasi massal. ”Selama ini, masyarakat lebih suka memakai kendaraan pribadi. Jadi, ke depan kami harap masyarakat bisa mengubah mindset terhadap penggunaan sarana transportasi massal. Segera beralih dari kendaraan pribadi ke sarana transportasi massal,” kata Baskoro. Ronald Seger Prabowo